Ketua MPR Ingatkan Peserta Pemilu 2024 Tak Gunakan Isu Agama
Elvin andika
Rabu, 28 Desember 2022 - 18:15 WIB
Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo. (Foto: Instagram/ @bambang.soesatyo)
Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo mengingatkan kepada partai politik (parpol) peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 untuk tidak menggunakan isu agama. Dia menilai politik identitas membentuk polarisasi di tengah masyarakat dan berdampak jangka panjang.
Pria yang akrab disapa Bamsoet itu menyatakan, semua partai politik boleh saling bersaing untuk mendapat dukungan masyarakat. Namun, tidak dengan membawa isu agama, suku, ras yang mencederai demokrasi Indonesia.
Baca Juga:Bawaslu Ingatkan ASN Hindari Pelanggaran Netralitas di Media Sosial
"Sudah bukan masanya lagi membawa-bawa isu agama, suku ataupun ras hanya untuk meraih suara terbanyak, tetapi menimbulkan dampak besar berupa perpecahan dikalangan masyarakat. Kebersamaan, persatuan dan kesatuan bangsa harus menjadi prioritas utama," kata Bamsoet di Jakarta, Rabu (28/12/2022).
Menurut Bamsoet, tahun 2023 merupakan awal masuk tahun politik menyambut gelaran Pemilu dan Pilkada serentak tahun 2024. Berkaca pada pemilu sebelumnya, kontestasi politik selalu berpotensi memicu eskalasi ketegangan politik dan rentan menyulut konflik horisontal.
Politikus Partai Golkar itu menuturkan bahwa pemerintah melalui Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah menjalankan tahapan-tahapan pemilu dengan menetapkan 17 parpol peserta Pemilu 2024. Dalam hal ini, Bamsoet mengingatkan kepada semua kontestan pemilu hendaknya mengedepankan kesantunan dalam berpolitik.
Baca Juga:Kemendagri Sosialisasikan Indeks Kerawanan Pemilu 2024
Pria yang akrab disapa Bamsoet itu menyatakan, semua partai politik boleh saling bersaing untuk mendapat dukungan masyarakat. Namun, tidak dengan membawa isu agama, suku, ras yang mencederai demokrasi Indonesia.
Baca Juga:Bawaslu Ingatkan ASN Hindari Pelanggaran Netralitas di Media Sosial
"Sudah bukan masanya lagi membawa-bawa isu agama, suku ataupun ras hanya untuk meraih suara terbanyak, tetapi menimbulkan dampak besar berupa perpecahan dikalangan masyarakat. Kebersamaan, persatuan dan kesatuan bangsa harus menjadi prioritas utama," kata Bamsoet di Jakarta, Rabu (28/12/2022).
Menurut Bamsoet, tahun 2023 merupakan awal masuk tahun politik menyambut gelaran Pemilu dan Pilkada serentak tahun 2024. Berkaca pada pemilu sebelumnya, kontestasi politik selalu berpotensi memicu eskalasi ketegangan politik dan rentan menyulut konflik horisontal.
Politikus Partai Golkar itu menuturkan bahwa pemerintah melalui Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah menjalankan tahapan-tahapan pemilu dengan menetapkan 17 parpol peserta Pemilu 2024. Dalam hal ini, Bamsoet mengingatkan kepada semua kontestan pemilu hendaknya mengedepankan kesantunan dalam berpolitik.
Baca Juga:Kemendagri Sosialisasikan Indeks Kerawanan Pemilu 2024