PP Muhammadiyah Akan Hadir di Sektor Perekonomian Nasional
Mahmuda attar hussein
Kamis, 29 Desember 2022 - 16:50 WIB
PP Muhammadiyah Akan Hadir di Sektor Perekonomian Nasional. (Foto: Langit7/Ahmad Jilul).
Ketua PP Muhammadiyah, Muhadjir Effendy mengatakan, Muhammadiyah mulai gelisah karena sempat absen dalam sektor ekonomi. Apalagi, selama ini Muhammadiyah terkenal lebih fokus di sektor pendidikan, kesehatan, dan sosial.
"Di sektor ekonomi Muhammadiyah masih absen. Itulah alasan saat Muktamar ke-48 Muhammadiyah di Solo, sektor ekonomi diberi tekanan kembali," katanya dalam Webinar Economic Outlook 2023: Mendung atau Cerah? Peluang Dunia Usaha, yang diikuti Langit7, Rabu, (28/12/2022).
Menurut dia, peran Muhammadiyah dalam mendorong perekonomian keumatan terbilang cukup berat. Sehingga diperlukan dukungan seluruh pihak, terutama mereka yang telah berkiprah di majelis perekonomian dan kewirausahaan.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ini juga menyampaikan, selama ini Muhammadiyah dipandang optimis karena memiliki etos kerja dan jaringan yang kuat.
Baca Juga: Muhammadiyah Siap Jadi Kekuatan Ekonomi Besar di Indonesia
Terutama dalam hal membangun ekonomi bisnis yang sesuai dengan asas Pancasila. Namun ternyata, realitanya masih belum seperti optimisme banyak orang.
"Sebetulnya jaringan kita belum betul-betul menjadi sebuah power dan manifest, dan ini pekerjaan yang mesti kita lakukan ke ke depan," ujarnya.
"Di sektor ekonomi Muhammadiyah masih absen. Itulah alasan saat Muktamar ke-48 Muhammadiyah di Solo, sektor ekonomi diberi tekanan kembali," katanya dalam Webinar Economic Outlook 2023: Mendung atau Cerah? Peluang Dunia Usaha, yang diikuti Langit7, Rabu, (28/12/2022).
Menurut dia, peran Muhammadiyah dalam mendorong perekonomian keumatan terbilang cukup berat. Sehingga diperlukan dukungan seluruh pihak, terutama mereka yang telah berkiprah di majelis perekonomian dan kewirausahaan.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ini juga menyampaikan, selama ini Muhammadiyah dipandang optimis karena memiliki etos kerja dan jaringan yang kuat.
Baca Juga: Muhammadiyah Siap Jadi Kekuatan Ekonomi Besar di Indonesia
Terutama dalam hal membangun ekonomi bisnis yang sesuai dengan asas Pancasila. Namun ternyata, realitanya masih belum seperti optimisme banyak orang.
"Sebetulnya jaringan kita belum betul-betul menjadi sebuah power dan manifest, dan ini pekerjaan yang mesti kita lakukan ke ke depan," ujarnya.