Umat Islam Dianjurkan Tak Berlebihan Merayakan Tahun Baru
Mahmuda attar hussein
Jum'at, 30 Desember 2022 - 06:30 WIB
Umat Islam Dianjurkan Tak Berlebihan Memaknai Tahun Baru. (Foto: iStock).
Umat Islam dianjurkan tak berlebihan dalam memaknai tahun baru masehi. Sebab ada batasan-batasan jangan sampai malam pergantian tahun malah berbuat mubadzir.
Hal ini disampaikan Ketua Umum Pimpinan PusatMuhammadiyah Haedar Nashir hadir dalam acara Refleksi Akhir Tahun Masjid Husnul Khatimah Bantul.
Menurut dia, masyarakat Indonesia kerap merayakan 2 pergantian tahun, yakni saat 1 Muharram dan 31 Desember. Hal ini pun diterapkan oleh masyarakat dunia, termasuk di Timur Tengah.
"Arab Saudi juga 2 kalender selalu dipakai yang sehari-hari termasuk untuk transaksi itu menggunakan tahun Miladiyah tetapi untuk penentuan hari raya Idulfitri dan Iduladha itu menggunakan tahun Hijriyah," kata Haedar dikutip Langit7 dari laman Muhammadiyah, Jumat (30/12/2022).
Baca Juga: 7 Cara Realisasikan Resolusi Tahun Baru, Jangan Cuma Jadi Wacana
Namun yang paling penting, kata dia, memaknai pergantian tahun tersebut. Adanya perayaan, boleh-boleh saja selama untuk syiar Islam, bukan dengan acara berlebihan.
"Yang menjadi keliru itu kalau merayakan hari datangnya tahun baru dan lepasnya tahun lama secara berlebihan dan hanya lahiriyah semata-mata apalagi yang bersifat mubazir baik waktu, uang, kesempatan dan lainnya," ujarnya.
Hal ini disampaikan Ketua Umum Pimpinan PusatMuhammadiyah Haedar Nashir hadir dalam acara Refleksi Akhir Tahun Masjid Husnul Khatimah Bantul.
Menurut dia, masyarakat Indonesia kerap merayakan 2 pergantian tahun, yakni saat 1 Muharram dan 31 Desember. Hal ini pun diterapkan oleh masyarakat dunia, termasuk di Timur Tengah.
"Arab Saudi juga 2 kalender selalu dipakai yang sehari-hari termasuk untuk transaksi itu menggunakan tahun Miladiyah tetapi untuk penentuan hari raya Idulfitri dan Iduladha itu menggunakan tahun Hijriyah," kata Haedar dikutip Langit7 dari laman Muhammadiyah, Jumat (30/12/2022).
Baca Juga: 7 Cara Realisasikan Resolusi Tahun Baru, Jangan Cuma Jadi Wacana
Namun yang paling penting, kata dia, memaknai pergantian tahun tersebut. Adanya perayaan, boleh-boleh saja selama untuk syiar Islam, bukan dengan acara berlebihan.
"Yang menjadi keliru itu kalau merayakan hari datangnya tahun baru dan lepasnya tahun lama secara berlebihan dan hanya lahiriyah semata-mata apalagi yang bersifat mubazir baik waktu, uang, kesempatan dan lainnya," ujarnya.