Tips Resolusi Anti Gagal, Susun dengan 5 Langkah SMART
Fifiyanti Abdurahman
Senin, 02 Januari 2023 - 19:30 WIB
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
Di akhir atau awal tahun, sebagian orang memilih untuk menyusun resolusi atau daftar impian yang ingin dicapai. Resolusi tahun baru disusun dengan harapan daftar keinginan tersebut bisa terwujud selama tahun berjalan.
Namun, meski sudah menyusun resolusi, tak sedikit yang gagal menjalankan resolusinya bahkan saat masih berada di awal tahun.
PsikologUniversitas Gadjah Mada, Edilburga Wulan Saptandari, M.Psi., Ph.D., Psikolog., membagikan tips menyusun resolusi dengan bijak dan anti gagal tentunya.
Baca juga: Resolusi 2023 Jangan Sekadar Ambisi Seperti Abu Jahal
Menurut Edilburga, sebelum menyusun resolusi baru, sebaiknya melakukan evaluasi atas pencapaian selama setahun ke belakang.
Dia mencontohkan salah satu resolusi yang ditetapkan tahun sebelumnya adalah menjalani hidup yang lebih sehat dengan rutin berolahraga. Namun, pada prakteknya baru memasuki bulan Februari olahraga sudah tidak dilanjutkan lagi.
“Nah ini dievaluasi, kenapa tidak bisa dilakukan dengan baik? Oh ternyata karena sulit membagi waktu atau hilang semangatnya, atau juga karena tidak ada motivasi internal karena hanya ikut tren saja. Hal ini harus dilihat supaya untuk menyusun resolusi tahun depan tidak mengulangi kesalahan yang sama,” papar Edilburga dikutip dari laman UGM, Senin (2/1/2023).
Namun, meski sudah menyusun resolusi, tak sedikit yang gagal menjalankan resolusinya bahkan saat masih berada di awal tahun.
PsikologUniversitas Gadjah Mada, Edilburga Wulan Saptandari, M.Psi., Ph.D., Psikolog., membagikan tips menyusun resolusi dengan bijak dan anti gagal tentunya.
Baca juga: Resolusi 2023 Jangan Sekadar Ambisi Seperti Abu Jahal
Menurut Edilburga, sebelum menyusun resolusi baru, sebaiknya melakukan evaluasi atas pencapaian selama setahun ke belakang.
Dia mencontohkan salah satu resolusi yang ditetapkan tahun sebelumnya adalah menjalani hidup yang lebih sehat dengan rutin berolahraga. Namun, pada prakteknya baru memasuki bulan Februari olahraga sudah tidak dilanjutkan lagi.
“Nah ini dievaluasi, kenapa tidak bisa dilakukan dengan baik? Oh ternyata karena sulit membagi waktu atau hilang semangatnya, atau juga karena tidak ada motivasi internal karena hanya ikut tren saja. Hal ini harus dilihat supaya untuk menyusun resolusi tahun depan tidak mengulangi kesalahan yang sama,” papar Edilburga dikutip dari laman UGM, Senin (2/1/2023).