Kajian Ba'da Dzuhur: Kebingungan Umat Manusia di Hari Kiamat
Hasanah syakim
Selasa, 03 Januari 2023 - 13:05 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Ketika Allah Ta'ala menghendaki adanya hari akhir, maka umat manusia dalam keadaan kebingungan yang luar biasa atas terbelahnya bumi menjadi potongan-potongan lain.
Hal tersebut sebagaimana Allah Ta'ala jelasan dalam Al-Qur'an Surat Al Hajj Ayat 1-2:
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمْۚ اِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيْمٌ . يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّآ اَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكٰرٰى وَمَا هُمْ بِسُكٰرٰى وَلٰكِنَّ عَذَابَ اللّٰهِ شَدِيْدٌ
Artinya: "Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu; sungguh, guncangan (hari) Kiamat itu adalah suatu (kejadian) yang sangat besar. (Ingatlah) pada hari ketika kamu melihatnya (goncangan itu), semua perempuan yang menyusui anaknya akan lalai terhadap anak yang disusuinya, dan setiap perempuan yang hamil akan keguguran kandungannya, dan kamu melihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, tetapi azab Allah itu sangat keras.
Dalam kajian tafsir Ibnu Katsir, Ketua Dewan Hisbah Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis), KH Zae Nandang menjelaskan di saat manusia melihat ke langit di hari kiamat, maka langit itu bagaikan bergolak mendidih, kemudian matahari dan bulannya ditutup.
"Dan berjatuhan menyebar bintang-bintang kemudian dilepas dari mereka, sebagaimana sabda Rasul bahwa yang mati, mereka tidak mengetahui sesuatu dari demikian itu," kata Kiai Zae Nandang dalam kajian tafsir yang diikutiLangit7, Selasa (3/1/2023).
Baca Juga:Tafsir Surat Al Hajj Ayat 2: Tidak Ada Keraguan dalam Al-Quran
Hal tersebut sebagaimana Allah Ta'ala jelasan dalam Al-Qur'an Surat Al Hajj Ayat 1-2:
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمْۚ اِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيْمٌ . يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّآ اَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكٰرٰى وَمَا هُمْ بِسُكٰرٰى وَلٰكِنَّ عَذَابَ اللّٰهِ شَدِيْدٌ
Artinya: "Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu; sungguh, guncangan (hari) Kiamat itu adalah suatu (kejadian) yang sangat besar. (Ingatlah) pada hari ketika kamu melihatnya (goncangan itu), semua perempuan yang menyusui anaknya akan lalai terhadap anak yang disusuinya, dan setiap perempuan yang hamil akan keguguran kandungannya, dan kamu melihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, tetapi azab Allah itu sangat keras.
Dalam kajian tafsir Ibnu Katsir, Ketua Dewan Hisbah Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis), KH Zae Nandang menjelaskan di saat manusia melihat ke langit di hari kiamat, maka langit itu bagaikan bergolak mendidih, kemudian matahari dan bulannya ditutup.
"Dan berjatuhan menyebar bintang-bintang kemudian dilepas dari mereka, sebagaimana sabda Rasul bahwa yang mati, mereka tidak mengetahui sesuatu dari demikian itu," kata Kiai Zae Nandang dalam kajian tafsir yang diikutiLangit7, Selasa (3/1/2023).
Baca Juga:Tafsir Surat Al Hajj Ayat 2: Tidak Ada Keraguan dalam Al-Quran