Mahasiswa S3 New York University Buat Web Database Kitab-kitab Sufi Klasik
Muhajirin
Kamis, 05 Januari 2023 - 15:13 WIB
Website nusus.net
Kitab-kitab klasik kebanyakan sulit diakses karena belum banyak terdigitalisasi, apalagi kitab-kitab tasawuf. Jika telah terdigitalisasi pun, untuk mencarinya perlu usaha tersendiri karena tidak terkumpul dalam satu database atau direktori.
Mahasiswa Doktoral Islamic Studies di New York University, Antonio Musto, membuat website database kitab tasawuf bernama “Nusūs” (نصوص). Nusūs merupakan website database kutub (rasa’il) sufi periode awal yang sulit didapatkan di database-database digital. Kitab-kitab sufi itu sudah ditranskrip, sehingga pengunjung bisa melakukan pencarian keyword tertentu.
“Saya senang mengumumkan peluncuran proyek saya http://nusus.net! Ini adalah kumpulan teks "yang diabaikan secara digital" yang berfokus terutama pada Sufisme awal. Saya telah mendigitalkan banyak karya dasar Sufi awal yang dapat anda baca, telusuri, dan telusuri metadata penulis/teks secara online,” kata Antonio melalui akun twitter-nya, dikutip Kamis (5/1/2023).
Baca Juga:Ulama Nusantara Tak Hanya Menulis Tentang Agama tapi juga Sains dan Teknologi
Antonio mengumpulkan kitab-kitab sufi yang tidak dimasukkan ke perpustakaan-perpustakaan digital seperti al-Maktaba al-Syamilah. Web tersebut menjadi alternatif bagi para akademisi dan pecinta buku sufi atau umat Islam yang ingin mendalami tasawuf.
Untuk melaksanakan proyek besar tersebut, Antonio tidak bekerja sendiri. Dia mendapatkan hibah dari Digital Humanities dari New York University. Setelah itu, dia mempelajari Python dan membuat Optical Character Recognition (OCR) untuk mengembangkan web tersebut.
Antonio mengaku mengerjakan website tersebut penuh rasa cinta. Dia membangun dari nol untuk memberikan yang terbaik kepada para penikmat buku sufi. Dia mengaku selalu bersemangat untuk berbagi buku-buku sufi yang bisa diakses secara digital.
Mahasiswa Doktoral Islamic Studies di New York University, Antonio Musto, membuat website database kitab tasawuf bernama “Nusūs” (نصوص). Nusūs merupakan website database kutub (rasa’il) sufi periode awal yang sulit didapatkan di database-database digital. Kitab-kitab sufi itu sudah ditranskrip, sehingga pengunjung bisa melakukan pencarian keyword tertentu.
“Saya senang mengumumkan peluncuran proyek saya http://nusus.net! Ini adalah kumpulan teks "yang diabaikan secara digital" yang berfokus terutama pada Sufisme awal. Saya telah mendigitalkan banyak karya dasar Sufi awal yang dapat anda baca, telusuri, dan telusuri metadata penulis/teks secara online,” kata Antonio melalui akun twitter-nya, dikutip Kamis (5/1/2023).
Baca Juga:Ulama Nusantara Tak Hanya Menulis Tentang Agama tapi juga Sains dan Teknologi
Antonio mengumpulkan kitab-kitab sufi yang tidak dimasukkan ke perpustakaan-perpustakaan digital seperti al-Maktaba al-Syamilah. Web tersebut menjadi alternatif bagi para akademisi dan pecinta buku sufi atau umat Islam yang ingin mendalami tasawuf.
Untuk melaksanakan proyek besar tersebut, Antonio tidak bekerja sendiri. Dia mendapatkan hibah dari Digital Humanities dari New York University. Setelah itu, dia mempelajari Python dan membuat Optical Character Recognition (OCR) untuk mengembangkan web tersebut.
Antonio mengaku mengerjakan website tersebut penuh rasa cinta. Dia membangun dari nol untuk memberikan yang terbaik kepada para penikmat buku sufi. Dia mengaku selalu bersemangat untuk berbagi buku-buku sufi yang bisa diakses secara digital.