5 Alasan Mengapa Nyawer Qoriah Adalah Adab yang Buruk
Fajar adhitya
Ahad, 08 Januari 2023 - 20:29 WIB
Tangkapan layar qoriah yang disawer (foto: istimewa)
Peristiwa nyawer qariah yang terjadi di Pandeglang, Serang, Banten yang viral di media sosial mendapat berbagai kecaman. Aksi tersebut dinilai merusak kseopanan dan tidak menghormati Al-Qur'an.
Al-Qur'an merupakan kalam ilahi, maka kita wajib menjaga adab ketika mendengarkannya. Mendengarkan bacaan Al-Qur'an secara khusyuk akan mendapat rahmat Allah.
Sebaliknya, tindakan yang tidak perlu apalagi tercela dapat merusak kesucian Al_Qur’an. Ini 5 alasan mengapa nyawer pembaca Al-Qur'an adalah adab yang buruk:
1. Tidak Memuliakan Al-Quran
Al-Qur'an adalah kalam ilahi yang mulia. Allah menurunkan Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad melalui perantara malaikat Jibril sebagai petunjuk umat manusia.
Al-Qur'an adalah warisan yang ditinggalkan Nabi Muhammad selain hadits. Rasulullah menyatakan tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya, (yaitu) Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya. Karenanya sudah sepantasnya Al-Qur'an diletakkan pada posisi tertinggi.
Baca juga:Aksi Saweran ke Qoriah Cerminkan Su'ul Adab
Al-Qur'an merupakan kalam ilahi, maka kita wajib menjaga adab ketika mendengarkannya. Mendengarkan bacaan Al-Qur'an secara khusyuk akan mendapat rahmat Allah.
Sebaliknya, tindakan yang tidak perlu apalagi tercela dapat merusak kesucian Al_Qur’an. Ini 5 alasan mengapa nyawer pembaca Al-Qur'an adalah adab yang buruk:
1. Tidak Memuliakan Al-Quran
Al-Qur'an adalah kalam ilahi yang mulia. Allah menurunkan Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad melalui perantara malaikat Jibril sebagai petunjuk umat manusia.
Al-Qur'an adalah warisan yang ditinggalkan Nabi Muhammad selain hadits. Rasulullah menyatakan tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya, (yaitu) Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya. Karenanya sudah sepantasnya Al-Qur'an diletakkan pada posisi tertinggi.
Baca juga:Aksi Saweran ke Qoriah Cerminkan Su'ul Adab