Rektor Unida Gontor: Islam Bukan Hanya Agama tapi Juga Peradaban
Muhajirin
Senin, 09 Januari 2023 - 08:34 WIB
Rektor Universitas Darussalam Gontor, Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi dalam Pidato Akhir Tahun: Worldview Islam dan Weltanschauung Bangsa yang digelar INSISTS, Ahad (25/12/2022) (Dok Insists)
Rektor Universitas Darussalam (Unida) Gontor, Prof. Dr. KH Hamid Fahmy Zarkasyi, menegaskan, Islam merupakan agama sekaligus peradaban. Islam kerap kali dipandang sebatas agama yang meliputi urusan ritual semata. Itu terjadi karena dikotomi antara agama dan peradaban.
“Islam itu sebuah peradaban, tidak hanya sebagai agama. Di Barat orang tidak mau melihat Islam sebagai peradaban, karena kalau dia peradaban, dia akan peradaban versus peradaban,” kata Prof Hamid dalam kajian yang digelar Insists diikuti Langit7 secara daring, Sabtu (7/1/2023).
Dikotomi itu pula yang melahirkan pemahaman keliru di tengah umat Islam. Ada sekelompok muslim yang hanya mengartikan Islam sebagai ritual di masjid, tidak berkaitan dengan ekonomi, politik, dan sosial.
Baca Juga: Memahami Makna Worldview dalam Sudut Pandang Islam
Ada pula kelompok muslim yang mengartikan Islam sebatas muamalah antarsesama manusia saja. Tidak ada hubungan antara manusia dan Tuhan. Ada pula yang beranggapan hanya ingin menghidupkan kultur Islam di tengah masyarakat, meski tidak diikuti oleh syariat.
“Islam itu sebuah peradaban, tidak hanya sebagai agama. Di Barat orang tidak mau melihat Islam sebagai peradaban, karena kalau dia peradaban, dia akan peradaban versus peradaban,” kata Prof Hamid dalam kajian yang digelar Insists diikuti Langit7 secara daring, Sabtu (7/1/2023).
Dikotomi itu pula yang melahirkan pemahaman keliru di tengah umat Islam. Ada sekelompok muslim yang hanya mengartikan Islam sebagai ritual di masjid, tidak berkaitan dengan ekonomi, politik, dan sosial.
Baca Juga: Memahami Makna Worldview dalam Sudut Pandang Islam
Ada pula kelompok muslim yang mengartikan Islam sebatas muamalah antarsesama manusia saja. Tidak ada hubungan antara manusia dan Tuhan. Ada pula yang beranggapan hanya ingin menghidupkan kultur Islam di tengah masyarakat, meski tidak diikuti oleh syariat.