Bagaimana Al-Qur’an Membentuk Adab dan Peradaban Umat Manusia?
Muhajirin
Senin, 09 Januari 2023 - 10:30 WIB
ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Rektor Universitas Darussalam (Unida) Gontor, Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, menegaskan, Al-Qur’an merupakan sumber utama bagi umat manusia dalam membangun peradaban di muka bumi.
Al-Qur’an mengandung tiga nilai penting yang tidak boleh dipisahkan satu sama lain. Tiga nilai penting itu adalah Islam sebagai syariat atau ilmu, Islam sebagai iman atau akidah, dan Islam sebagai amal atau akhlak. Lewat nilai-nilai itulah, Allah menurunkan Al-Quran sebagai pembentuk adab dan peradaban manusia.
Tiga nilai tersebut sudah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Ibunda Aisyah RA mengatakan, Rasulullah adalah Al-Qur’an berjalan. Baginda Nabi merupakan representasi dari wahyu yang Allah turunkan kepada manusia di muka bumi.
Baca Juga: Rektor Unida Gontor: Islam Bukan Hanya Agama tapi Juga Peradaban
“Al-Qur’an adalah kitab suci, bukan buku teknologi ataupun sains. Al-Qur’an menjadi petunjuk dan pembeda. Di dalam adanya ada etika, tauhid, penciptaan, akhir akhir, alam semesta, ilmu pengetahuan kenabian, ibadah,” kata Prof Hamid dalam kajian Insists yang diikuti Langit7 secara daring, Sabtu (7/1/2023).
Al-Qur’an mengandung tiga nilai penting yang tidak boleh dipisahkan satu sama lain. Tiga nilai penting itu adalah Islam sebagai syariat atau ilmu, Islam sebagai iman atau akidah, dan Islam sebagai amal atau akhlak. Lewat nilai-nilai itulah, Allah menurunkan Al-Quran sebagai pembentuk adab dan peradaban manusia.
Tiga nilai tersebut sudah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Ibunda Aisyah RA mengatakan, Rasulullah adalah Al-Qur’an berjalan. Baginda Nabi merupakan representasi dari wahyu yang Allah turunkan kepada manusia di muka bumi.
Baca Juga: Rektor Unida Gontor: Islam Bukan Hanya Agama tapi Juga Peradaban
“Al-Qur’an adalah kitab suci, bukan buku teknologi ataupun sains. Al-Qur’an menjadi petunjuk dan pembeda. Di dalam adanya ada etika, tauhid, penciptaan, akhir akhir, alam semesta, ilmu pengetahuan kenabian, ibadah,” kata Prof Hamid dalam kajian Insists yang diikuti Langit7 secara daring, Sabtu (7/1/2023).