Anjuran Tidak Menikahi Pasangan yang Berbeda Level dan Status
Mahmuda attar hussein
Kamis, 12 Januari 2023 - 12:45 WIB
Anjuran Tidak Menikahi Pasangan yang Berbeda Level dan Status. (Foto: Istimewa).
Islam mengajurkan umatnya tidak menikahi perempuan atau laki-laki yang berbeda level atau status sosialnya. Sebab dikhawatirkan bisa menimbulkan masalah baru.
Istilah ini disebut sekufu atau level yang setara antara pengantin pria dan perempuan. Baik setara dalam pendidikan, ekonomi, hingga latar belakang keluarga masing-masing.
Pendakwah sekaligus konsultan kesehatan, Ustaz Zaidul Akbar mengungkapkan, umat Islam tidak boleh menikah dengan orang yang tidak selevel atau tidak sekufu. Bahkan ada bahaya yang menyertainya bila terus dilakukan.
"Karena memang nantinya urusan pernikahan ini akan panjang," ujar dia dalam penggalan kajiannya, Kamis (12/1/2023).
Baca Juga: MUI Tegaskan Pernikahan Lintas Agama Haram dan Tidak Sah
Pasalnya, ketika seorang suami misalnya memiliki status yang lebih tinggi daripada istrinya, bisa jadi ia akan melakukan kekerasan secara verbal yang tak dibenarkan dalam ajaran Islam.
"Secara alam bawah sadar dia sering menunjukkan sikap-sikap menghina atau mengejek atau mungkin mencela istri," ungkapnya.
Istilah ini disebut sekufu atau level yang setara antara pengantin pria dan perempuan. Baik setara dalam pendidikan, ekonomi, hingga latar belakang keluarga masing-masing.
Pendakwah sekaligus konsultan kesehatan, Ustaz Zaidul Akbar mengungkapkan, umat Islam tidak boleh menikah dengan orang yang tidak selevel atau tidak sekufu. Bahkan ada bahaya yang menyertainya bila terus dilakukan.
"Karena memang nantinya urusan pernikahan ini akan panjang," ujar dia dalam penggalan kajiannya, Kamis (12/1/2023).
Baca Juga: MUI Tegaskan Pernikahan Lintas Agama Haram dan Tidak Sah
Pasalnya, ketika seorang suami misalnya memiliki status yang lebih tinggi daripada istrinya, bisa jadi ia akan melakukan kekerasan secara verbal yang tak dibenarkan dalam ajaran Islam.
"Secara alam bawah sadar dia sering menunjukkan sikap-sikap menghina atau mengejek atau mungkin mencela istri," ungkapnya.