home global news

Terdampar di Pesisir Aceh Besar, Imigran Rohingya Cari Kehidupan Lebih Layak

Jum'at, 13 Januari 2023 - 23:05 WIB
Sebanyak 184 warga Rohingya kembali terdampar di kawasan Pantai Lamnga, Kecamatan Mesjid Raya Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, Ahad (8/1/2023). (Foto: ANTARA/Rahmat Fajri)
United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) Perwakilan Indonesia menyebut, ratusan pengungsi Rohingya yang terdampar di wilayah pesisir Kabupaten Aceh Besar, hanya ingin mencari kehidupan lebih layak.

Legal Associate UNHCR Indonesia Diovio Alfath mengatakan, kondisi penampungan di Bangladesh sangat tidak layak. "Mereka pergi untuk mendapatkan kehidupan lebih aman dan layak, karena di sana (Bangladesh) kondisinya sudah lebih buruk," kata Alfath, dikutip Jumat (13/1/2023).

Alfath mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah RI untuk terus memberikan kebutuhan kepada para imigran yang terdampar. "UNHCR akan selalu memberikan perhatian, bantuan dan asesmenperlindungan internasional," ujarnya.

Baca Juga:Menlu Sebut Penyelesaian Pengungsi Rohingya Terkendala Krisis Myanmar

Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, Aceh telah didatangi sebanyak 644 warga Rohingya, yakni 460 pada November-Desember 2022 dan 184 orang awal tahun ini di Aceh Besar.

Selain itu, seluruh imigran Rohingya telah menjalankan tes swab dan dinyatakan negatif Covid-19. "Pertama kemarin (57 orang) hasilnya negatif antigennya dan 184 orang juga negatif," ucap Kepala KKP Kelas III Banda Aceh Ziad Batubara, Selasa (10/1/2023).

Ziad menuturkan, hal ini dilakukan sesuai dengan peraturan negara. Setiap warga negara asing yang masuk ke wilayah Indonesia wajib mengikuti protokol kesehatan (prokes) yang berlaku.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
pengungsi rohingya aceh besar unhcr
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya