LANGIT7.ID, Jakarta - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI,
Retno LP Marsudi mengungkapkan kodisi terkini terkait penyelesaian masalah pengungsi Rohingnya. Retno mengatakan penyelesaian isu Rohingya kian sulit lantaran adanya krisis politik yang terjadi di Myanmar saat ini.
"Isu Rohingya tidak akan dapat diselesaikan jika akar masalah di Myanmar tidak diselesaikan," kata Retno saat menyampaikan Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri RI (PPTM) 2023 di Jakarta, dikutip Kamis (12/1/2023).
Myanmar saat ini sedang dihadapkan pada krisis politik yang dipicu kudeta militer pada 1 Februari 2021 terhadap pemerintah terpilih. Junta yang kini berkuasa di Myanmar semakin menyurutkan kemauan warga Rohingya untuk kembali ke Rakhine, karena mereka khawatir akan diserang lagi.
Baca Juga: Cholil Nafis: Indonesia Bantu Pengungsi Rohingya Atas Dasar KemanusiaanMenlu Retno Marsudi mencatat dalam tiga bulan terakhir, Indonesia menerima tambahan 644 orang
pengungsi Rohingya. Mereka terdampar dalam perjalanan dari kamp-kamp pengungsian di Bangladesh ke negara lain yang dapat memberikan mereka penghidupan yang layak.
Dengan tambahan itu, ada 1.500 migran etnis Rohingya yang terdaftar di Indonesia dan kini diurus oleh badan PBB untuk pengungsi (UNHCR). Indonesia sendiri tidak bisa memberi suaka bagi para pengungsi Rohingya karena belum meratifikasi Konvensi Pengungsi 1951.
Juru Bicara Kemlu, Teuku Faizasyah menuturkan bahwa Indonesia selalu memberikan dukungan kemanusiaan. Termasuk mengizinkan pengungsi yang terdampar untuk turun dari perahu mereka, seperti yang banyak terjadi di Aceh.
Baca Juga: FOZ Koordinasi LAZ Salurkan Bantuan ke Pengungsi Rohingya di Aceh"Itu adalah salah satu prinsip yang bisa kita pegang sekarang. Kita juga bekerja sama dengan IOM dan UNHCR… itu yang perlu kita lakukan saat ini," ujar Faizasyah.
Seperti diketahui, lebih dari 700 ribu Rohingya melarikan diri dari tempat asal mereka di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, pada 2017. Mereka menghindari penumpasan yang dilakukan militer terhadap etnis yang tidak diakui sebagai warga negara Myanmar itu.
Para migran Rohingya kemudian mencari perlindungan ke Bangladesh, di mana mereka tinggal di kamp-kamp pengungsian yang kumuh dan rentan penyakit. Sejak saat itu, nasib mereka terkatung-katung tanpa kejelasan. Sedangkan proses repatriasi yang diupayakan antara Myanmar dan Bangladesh juga tidak ada kemajuan. (Sumber:
Antaranews)
Baca Juga:
Pengamat: Myanmar Harus Dihukum agar Genosida Etnis Rohingya Berakhir
Pemerintah Diminta Patroli Selamatkan Pengungsi Rohingya di Lautan(gar)