LANGIT7.ID,- Jakarta - Ketua Majelis Ulama Indonesia (
MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah,
KH Cholil Nafis menegaskan sikap Indonesia dalam membantu
pengungsi Rohingya atas nama kemanusiaan, bukan agama.
"Indonesia, sebagai bagian dari masyarakat dunia, membantu atas nama
kemanusiaan bukan karena seagama. Semata-mata kemanusiaan," kata Cholil Nafis kepada Langit7 di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Baca juga: FOZ Koordinasi LAZ Salurkan Bantuan ke Pengungsi Rohingya di AcehMenurut Cholil, pengungsi Rohingya adalah masalah dunia, sehingga Indonesia sebagai bagian dari masyarakat dunia mengambil sikap politik aktif dalam membantu masalah itu.
"Pengungsi Rohingya adalah masalah dunia, sebisanya kita membantu. Sikap politik kita adalah aktif. Tentunya pengungsi yang kita bisa bantu sebisanya bantu. Tetapi ini menjadi kewajiban dunia bukan hanya Indonesia," lanjutnya.
Dia menegaskan, Indonesia akan selalu membantu atas nama kemanusiaan bukan agama, dan lainnya.
"Kalau mau membantu orang yang terkena musibah tentu atas izin kemanusiaan. Meskipun ketika kita membantu sebagai umat beragama, ada motivasi agama pastinya," pungkas alumni Universitas Indonesia itu.
Baca juga: Pengamat: Myanmar Harus Dihukum agar Genosida Etnis Rohingya BerakhirSeperti diketahui, sebanyak 158 pengungsi Rohingya tiba di Aceh pada Senin, 26 Desember 2022 lalu. Saat ini para pengungsi tersebut ditempatkan sementara di SMP 2 Muara Tiga, Pidie.
Seperti kedatangan sebelumnya pada 15-16 November 2022, para pengungsi Rohingya juga diterima dengan baik dan dilakukan penanganan secara komprehensif oleh pemerintah dan kelompok masyarakat sipil.
(est)