LANGIT7.ID, Jakarta -
United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) Perwakilan Indonesia menyebut, ratusan pengungsi Rohingya yang terdampar di wilayah pesisir Kabupaten Aceh Besar, hanya ingin mencari kehidupan lebih layak.
Legal Associate UNHCR Indonesia Diovio Alfath mengatakan, kondisi penampungan di
Bangladesh sangat tidak layak. "Mereka pergi untuk mendapatkan kehidupan lebih aman dan layak, karena di sana (Bangladesh) kondisinya sudah lebih buruk," kata Alfath, dikutip Jumat (13/1/2023).
Alfath mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah RI untuk terus memberikan kebutuhan kepada para imigran yang terdampar. "UNHCR akan selalu memberikan perhatian, bantuan dan asesmen perlindungan internasional," ujarnya.
Baca Juga: Menlu Sebut Penyelesaian Pengungsi Rohingya Terkendala Krisis MyanmarDalam kurun waktu tiga bulan terakhir,
Aceh telah didatangi sebanyak 644 warga Rohingya, yakni 460 pada November-Desember 2022 dan 184 orang awal tahun ini di Aceh Besar.
Selain itu, seluruh
imigran Rohingya telah menjalankan tes swab dan dinyatakan negatif Covid-19. "Pertama kemarin (57 orang) hasilnya negatif antigennya dan 184 orang juga negatif," ucap Kepala KKP Kelas III Banda Aceh Ziad Batubara, Selasa (10/1/2023).
Ziad menuturkan, hal ini dilakukan sesuai dengan peraturan negara. Setiap warga negara asing yang masuk ke wilayah Indonesia wajib mengikuti protokol kesehatan (prokes) yang berlaku.
"Warga negara yang masuk ke negara kita dilakukan tes antigen dan pemeriksaan lain untuk memastikan keamanan orang yang masuk ke negara kita," tuturnya. (Sumber:
Antaranews)
Baca Juga:
FOZ Koordinasi LAZ Salurkan Bantuan ke Pengungsi Rohingya di Aceh
Pengamat: Myanmar Harus Dihukum agar Genosida Etnis Rohingya Berakhir(gar)