Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 04 Juni 2026
home global news detail berita

185 Pengungsi Rohingya Terdampar di Aceh, 20 Orang Meninggal di Laut

Muhajirin Selasa, 27 Desember 2022 - 14:00 WIB
185 Pengungsi Rohingya Terdampar di Aceh, 20 Orang Meninggal di Laut
Para pengungsi dari etnis Rohingya yang terdampar di Kabupaten Pidie, Aceh, Senin (26/12/2022) (foto: benarnews.org)
LANGIT7.ID, Banda Aceh - Sebanyak 185 pengungsi Rohingnya kembali terdampar di sebuah pantai di Kab. Pidie, Aceh, Senin (26/12/2022). Sehari sebelumnya, kapal serupa membawa 58 Muslim Rohingnya mendarat di Pantai Indrapatra, Ladong, sebuah desa nelayan di Kabupaten Aceh Besar.

“Kelompok itu terdiri dari 83 laki-laki dewasa, 70 perempuan dewasa dan 32 anak-anak,” kata Kabid Humas Polda Aceh Winardy, melansir benarnews, Selasa (26/12/2022).

Kondisi para pengungsi tersebut kurus karena kekurangan asupan makanan selama terombang-ambing di tengah laut. Dua kapal tersebut berhasil mendarat setelah ada informasi kapal Rohingnya yang lain tenggelam di laut.

Baca Juga: Masyarakat Aceh Selamatkan 58 Muslim Rohingnya yang Terapung di Lautan

Para pengungsi ini sudah terombang-ambing di laut sekitar satu bulan. Mereka terdampar di tengah laut tanpa persediaan makanan dan air tawar.

Sekira 30 penumpang yang meninggal dunia. Mayat pengungsi yang meninggal sudah dilarung di laut. Sementara, pengungsi yang berhasil selamat dan sakit sudah mendapatkan perawatan medis.

Dalam sebuah video menunjukkan, 185 pengungsi tersebut mendarat dalam kondisi lemah, kelelahan, dan kurus. Mereka bahkan terdengar meratap setelah berhasil mendapatkan daratan.

“Pengungsi terdampar karena gelombang yang sangat tinggi akibat musim angin Timur. Menurut informasi mereka, 30 orang tewas dan jenazahnya dibuang ke laut. Kami tidak tahu berapa lama mereka berada di laut, dan kami mendapat informasi bahwa mereka berada di laut lepas sebulan yang lalu,” kata Marfian, tokoh masyarakat nelayan setempat.

Kondisi Pengungsi Rohingya di Aceh, Seperti ‘Tengkorak’ Berjalan

Pengungsi yang selamat mendarat dengan kondisi yang memprihatinkan. Hanya ada kulit dan tulang. Kurus kering, karena asupan makanan dan minuman sama sekali tidak mencukupi saat berada di tengah laut.

“Saya baru mendapat konfirmasi bahwa rombongan terakhir yang mendarat malam ini memang kapalnya dalam keadaan darurat,” kata Direktur The Arakan Project, Chris Lewa, sebuah kelompok hak asasi manusia yang mengadvokasi Muslim Rohingya, dikutip Benarnews, Selasa (26/12/2022).

Sementara, Co-founder and International Director Of The Geutanyoe Foundation, Lilianne Fan, mengatakan, dua kapal yang sudah mendarat itu merupakan kapal yang berhasil dilacak Geutanyoe Foundation dan Arakan Project.

“Ya, ini adalah kapal yang sama yang telah kami imbau untuk diselamatkan beberapa minggu lalu,” kata Fan.

Dua LSM tersebut sudah melacak kapal yang masih tersisa di tengah laut. Pelacakan itu dilakukan menggunakan koordinat GPS kapal melalui Google Maps.

“Kami sangat prihatin dengan kondisi para pengungsi yang dibawa ke darat. (Kami) melihat video kedatangan pertama para pengungsi ini di pantai. Itu tampak seperti kerangka berjalan ke pantai dan ambruk di pantai,” ujar Fan.

Baca Juga: Sahkah Kita Dukung Palestina, Rohingya hingga Uighur? Ini Penjelasan Komnas HAM

Fan mengaku telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk menyelamatkan pengungsi yang masih terombang-ambing di tengah laut. Terlebih, mereka hanya menggunakan kapal kayu dengan keamanan yang sangat rentan.

“Jadi, menurut saya sebagai suatu wilayah kita benar-benar perlu menangani krisis ini dengan sangat serius dan kita perlu belajar dari tragedi ini dan mencegah terjadinya bencana sub-kemanusiaan di masa depan,” ujar Fan.

Setiap tahun, ratusan orang Rohingya terpaksa melakukan pelayaran berbahaya saat mencoba melarikan diri dari kamp-kamp pengungsi di perbatasan Bangladesh dan Myanmar. Daerah tersebut merupakan tempat muslim Rohingya tinggal dan sering mendapat tindakan diskriminatif dari otoritas setempat.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 04 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:48
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)