Ingin Sukses Dunia Akhirat? Jadilah Orang Berilmu
Muhajirin
Selasa, 17 Januari 2023 - 20:21 WIB
ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Pendiri Pusat Kajian Islam Quantum Akhyar Institute, Ustadz Adi Hidayat (UAH), mengatakan, ilmu merupakan pintu gerbang seorang muslim dalam memahami ajaran Islam. Wahyu pertama turun memerintahkan umat Islam mengeksplor semua cabang ilmu pengetahuan.
“Apa pentingnya ilmu sampai Al Imam Syafi'i pernah mengatakan kalau ingin sukses dunia mesti pintar, mesti punya ilmu. Belajar, karena itu pembuka dalam Al-Qur’an, wahyu, pembuka menggunakan kata Iqra, baca,” kata UAH dalam kajian Kitab Adabul Alim Wal Muta'allim yang diikuti Langit7 secara daring, dikutip Selasa (17/1/2023).
Membaca atau belajar merupakan gerbang pertama pengetahuan. Orang yang banyak membaca pengetahuan berpotensi tinggi mendapatkan peningkatan status kedudukan di dunia. Tapi, tidak berhenti pada belajar saja, harus paham sampai menjadi pakar.
Baca Juga: Makna Menuntut Ilmu Hingga Akhir Hayat Menurut Buya Yahya
“Jadi, kalau ingin meningkat dunia, kata Al Imam Syafi'I, tingkatkan pengetahuan dan belajarnya sampai paham. Jangan cuma datang duduk paling belakang. Belajar sampai paham sampai mengerti, sehingga jadi pakar di bidangnya,” ucap UAH.
“Apa pentingnya ilmu sampai Al Imam Syafi'i pernah mengatakan kalau ingin sukses dunia mesti pintar, mesti punya ilmu. Belajar, karena itu pembuka dalam Al-Qur’an, wahyu, pembuka menggunakan kata Iqra, baca,” kata UAH dalam kajian Kitab Adabul Alim Wal Muta'allim yang diikuti Langit7 secara daring, dikutip Selasa (17/1/2023).
Membaca atau belajar merupakan gerbang pertama pengetahuan. Orang yang banyak membaca pengetahuan berpotensi tinggi mendapatkan peningkatan status kedudukan di dunia. Tapi, tidak berhenti pada belajar saja, harus paham sampai menjadi pakar.
Baca Juga: Makna Menuntut Ilmu Hingga Akhir Hayat Menurut Buya Yahya
“Jadi, kalau ingin meningkat dunia, kata Al Imam Syafi'I, tingkatkan pengetahuan dan belajarnya sampai paham. Jangan cuma datang duduk paling belakang. Belajar sampai paham sampai mengerti, sehingga jadi pakar di bidangnya,” ucap UAH.