Studi Ungkap Manfaat Berkebun Bisa Turunkan Risiko Kanker
Hasanah syakim
Kamis, 19 Januari 2023 - 07:33 WIB
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
Aktivitasberkebun dinilai dapat membantu mengurangi risiko kanker dan penyakit kronis pada populasi orang dewasa. Hal ini, berdasarkan hasil temuan sebuah studi jurnal The Lancet Planetary baru-baru ini.
Penulis senior Departement of Environmental Studies CU Boulder, Jill Litt mengungkapkan intervensi komunitas berbasis alam seperti berkebun dapat mengurangi faktor risiko penyakit tidak menular.
Selain itu, Jill Litt juga menyebut terkait kronis yang dapat dimodifikasi, termasuk pola makan yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, dan pemutusan hubungan sosial.
Baca juga:Tak Hanya Jadi Tren Gaya Hidup, Bersepeda Simpan 3 Manfaat Utama
"Dalam percobaan pertama secara acak dan terkontrol, para peneliti menemukan mereka yang terlibat aktivitas itu akan memakan lebih banyak serat dan melakukan lebih banyak latihan fisik," katanya melansir Medical Xpress, Rabu (18/1/2023).
Tak hanya itu, menurut Jill tingkat stres dan kecemasan mereka yang terlibat pada aktivitas berkeun itu, juga menurun secara signifikan.Untuk keperluan penelitian, tim menyaring 493 orang dewasa antara 1 Januari 2017 dan 15 Juni 2019.
"Dari angka tersebut, sebanyak 291 partisipan menyelesaikan pengukuran awal dan secara acak ditugaskan ke dua kelompok yakni intervensi dan kontrol," ujarnya.
Penulis senior Departement of Environmental Studies CU Boulder, Jill Litt mengungkapkan intervensi komunitas berbasis alam seperti berkebun dapat mengurangi faktor risiko penyakit tidak menular.
Selain itu, Jill Litt juga menyebut terkait kronis yang dapat dimodifikasi, termasuk pola makan yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, dan pemutusan hubungan sosial.
Baca juga:Tak Hanya Jadi Tren Gaya Hidup, Bersepeda Simpan 3 Manfaat Utama
"Dalam percobaan pertama secara acak dan terkontrol, para peneliti menemukan mereka yang terlibat aktivitas itu akan memakan lebih banyak serat dan melakukan lebih banyak latihan fisik," katanya melansir Medical Xpress, Rabu (18/1/2023).
Tak hanya itu, menurut Jill tingkat stres dan kecemasan mereka yang terlibat pada aktivitas berkeun itu, juga menurun secara signifikan.Untuk keperluan penelitian, tim menyaring 493 orang dewasa antara 1 Januari 2017 dan 15 Juni 2019.
"Dari angka tersebut, sebanyak 291 partisipan menyelesaikan pengukuran awal dan secara acak ditugaskan ke dua kelompok yakni intervensi dan kontrol," ujarnya.