Makalah Mahasiswa Terlalu Bagus, Ternyata Pakai ChatGPT
Fajar adhitya
Sabtu, 21 Januari 2023 - 07:30 WIB
ChatGPT. (Foto: ATRIA Innovation)
Kemunculan ChatGPT dirayakan para pengguna internet karena dinilai mampu membantu menjawab berbagai persoalan. ChatGPT juga bisa dimanfaatkan untuk menunjang pembelajaran.
Namun, alih-alih sebagai sarana penunjang, ternyata ada mahasiswa yang menggunakan ChatGPT untuk menyusun sebagian besar makalah. Antony Aumann, seorang profesor filsafat di Northern Michigan University, memergoki seorang mahasiswa menggunakan ChatGPT.
Dia curiga karena makalah yang ditulis terlalu koheren dan terstruktur dengan baik. Saat itu, Auman memberikan tugas kepada mahasiswanya untuk menulis tentang larangan burqa.
Baca Juga:Peneliti Jerman Kagumi Sistem Pendidikan Pondok Pesantren
"Saya meminta mereka menulis ulang makalah itu. Itulah yang hampir selalu saya lakukan dalam kasus plagiarisme," kata Aumann dilansir dari Futurism, Sabtu (21/1/2023).
Aumann mengatakan, mahasiswa yang menggunakan ChatGPT tidak akan menghadapi konsekuensi yang lebih serius, kecuali bila mereka mengulang tindakannya. Menurutnya, mahasiswa yang mengandalkan ChatGPT tidak akan bisa belajar dengan baik.
"Saya ingin siswa benar-benar mempelajari materi. Satu-satunya cara mereka dapat melakukannya adalah dengan benar-benar menyelesaikan tugas," ujar Aumann.
Namun, alih-alih sebagai sarana penunjang, ternyata ada mahasiswa yang menggunakan ChatGPT untuk menyusun sebagian besar makalah. Antony Aumann, seorang profesor filsafat di Northern Michigan University, memergoki seorang mahasiswa menggunakan ChatGPT.
Dia curiga karena makalah yang ditulis terlalu koheren dan terstruktur dengan baik. Saat itu, Auman memberikan tugas kepada mahasiswanya untuk menulis tentang larangan burqa.
Baca Juga:Peneliti Jerman Kagumi Sistem Pendidikan Pondok Pesantren
"Saya meminta mereka menulis ulang makalah itu. Itulah yang hampir selalu saya lakukan dalam kasus plagiarisme," kata Aumann dilansir dari Futurism, Sabtu (21/1/2023).
Aumann mengatakan, mahasiswa yang menggunakan ChatGPT tidak akan menghadapi konsekuensi yang lebih serius, kecuali bila mereka mengulang tindakannya. Menurutnya, mahasiswa yang mengandalkan ChatGPT tidak akan bisa belajar dengan baik.
"Saya ingin siswa benar-benar mempelajari materi. Satu-satunya cara mereka dapat melakukannya adalah dengan benar-benar menyelesaikan tugas," ujar Aumann.