Keteladanan dan Kontribusi KH Hasyim Asy'ari untuk Negeri
Muhajirin
Kamis, 26 Januari 2023 - 05:00 WIB
Hadrataussyaikh KH Hasyim Asyari (foto: ikanu mesir)
Hadratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari (1871-1947) adalah ulama hebat yang berjasa besar untuk negeri ini. Jejak langkahnya berisi keteladanan dan kontribusi untuk negeri.
KH Hasyim Asy’ari lahir pada 24 Zulqaidah 1287 H/14 Februari 1871 M di Pesantren Gedang, Tambakrejo, Kabupaten Jombang. Beliau adalah anak ketiga dari 11 bersaudara, putra dari pasangan KIai Asy’ari dan Nyai Halimah.
Dari jalur ayah, nasab KH Hasyim Asy’ari bersambung kepada Maulana Ishak hingga Imam Ja’far Shadiq bin Muhammad Al-Bagir. Dari jalur ibu, nasabnya bersambung kepada pemimpin Kerajaan Majapahit, Raja Brawijaya VI (Lembu Peteng), yang berputra Karebet atau Jaka Tingkir.
Baca Juga: Kisah KH Hasyim Asy’ari: Telaten dan Murah Hati dalam Bina Santri
Sifat dan keteladanan KH Hasyim Asy’ari sudah nampak sejak dia muda. Pada usia 13 tahun, dia sudah menjadi badal yakni menggantikan ayahnya mengajar santri di pesantren. Pada usia 15 tahun, dia belajar di beberapa pesantren di Jombang, Probolinggo, Tuban, dan Surabaya.
KH Hasyim Asy’ari lahir pada 24 Zulqaidah 1287 H/14 Februari 1871 M di Pesantren Gedang, Tambakrejo, Kabupaten Jombang. Beliau adalah anak ketiga dari 11 bersaudara, putra dari pasangan KIai Asy’ari dan Nyai Halimah.
Dari jalur ayah, nasab KH Hasyim Asy’ari bersambung kepada Maulana Ishak hingga Imam Ja’far Shadiq bin Muhammad Al-Bagir. Dari jalur ibu, nasabnya bersambung kepada pemimpin Kerajaan Majapahit, Raja Brawijaya VI (Lembu Peteng), yang berputra Karebet atau Jaka Tingkir.
Baca Juga: Kisah KH Hasyim Asy’ari: Telaten dan Murah Hati dalam Bina Santri
Sifat dan keteladanan KH Hasyim Asy’ari sudah nampak sejak dia muda. Pada usia 13 tahun, dia sudah menjadi badal yakni menggantikan ayahnya mengajar santri di pesantren. Pada usia 15 tahun, dia belajar di beberapa pesantren di Jombang, Probolinggo, Tuban, dan Surabaya.