AMPHURI Minta Polemik Kenaikan Biaya Haji Segera Diputuskan
Fifiyanti Abdurahman
Kamis, 26 Januari 2023 - 18:01 WIB
Musim haji. Foto: LANGIT7/iStock
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (DPPAMPHURI), Farid Aljawi meminta polemik kenaikan biaya haji harus cepat diputuskan agar tak berimbas pada pelaksanaan ibadah haji.
"Kalau akan berimbas menjadi sebuah kemunduran. Contoh dengan kenaikan harga yang akhirnya nanti jamaah tidak bisa melunasi dan kuota tersisa maka lebih bahaya lagi. Karena ini kepercayaan pemerintah Arab Saudi kepada Indonesia untuk bisa melaksanakan ibadah haji setelah pandemi secara full," ujar Farid dalam diskusi bertajuk Polemik Kenaikan Biaya Haji, Kamis (26/1/2022).
Baca juga: Vaksin Meningitis Langka, Amphuri Desak Pemerintah Relaksasi Kewajiban Jamaah Umrah
Seperti diketahui, tahun ini Indonesia mendapatkan kuota haji penuh atau 100 persen, sehingga menjadi yang terbesar di dunia.
Terkait tanggapan masyarakat yang kontra dengan usulan biaya haji, Farid mengaku khawatir bila ada jamaah yang gagal berangkat haji hingga tiga kali.
"Kenapa? Pertama misal Bapak Abdullah harusnya masuk tahun 2020 tapi dia tidak bisa berangkat karena pandemi. Setelah itu pengumuman tahun 2022 dia tidak bisa berangkat lagi karena usianya di atas 65. Kemudian tahun ini ada kenaikam harga, dia tidak mampu melunasi karena alasan macam-macam akhirnya dia gagal tiga kali," katanya.
Menurut dia, hal ini menjadi sebuah kejadian buruk yang kelak menjadi imej tidak baik bagi Indonesia.
"Kalau akan berimbas menjadi sebuah kemunduran. Contoh dengan kenaikan harga yang akhirnya nanti jamaah tidak bisa melunasi dan kuota tersisa maka lebih bahaya lagi. Karena ini kepercayaan pemerintah Arab Saudi kepada Indonesia untuk bisa melaksanakan ibadah haji setelah pandemi secara full," ujar Farid dalam diskusi bertajuk Polemik Kenaikan Biaya Haji, Kamis (26/1/2022).
Baca juga: Vaksin Meningitis Langka, Amphuri Desak Pemerintah Relaksasi Kewajiban Jamaah Umrah
Seperti diketahui, tahun ini Indonesia mendapatkan kuota haji penuh atau 100 persen, sehingga menjadi yang terbesar di dunia.
Terkait tanggapan masyarakat yang kontra dengan usulan biaya haji, Farid mengaku khawatir bila ada jamaah yang gagal berangkat haji hingga tiga kali.
"Kenapa? Pertama misal Bapak Abdullah harusnya masuk tahun 2020 tapi dia tidak bisa berangkat karena pandemi. Setelah itu pengumuman tahun 2022 dia tidak bisa berangkat lagi karena usianya di atas 65. Kemudian tahun ini ada kenaikam harga, dia tidak mampu melunasi karena alasan macam-macam akhirnya dia gagal tiga kali," katanya.
Menurut dia, hal ini menjadi sebuah kejadian buruk yang kelak menjadi imej tidak baik bagi Indonesia.