Kangen Zainuddin MZ: Manusia Tak Pantas Sombong, Semua Hanya Titipan
Ahmad zuhdi
Rabu, 25 Agustus 2021 - 09:12 WIB
Ilustrasi batu nisan sebuah makam. Foto: Langit7.id/iStock
Dua hal terbesar dalam kehidupan menurut almarhum Kiai Haji (KH) Zainuddin MZ untuk ummat Islam, yakni keislaman dan keimanan. Haltersebut merupakan fondasi dasar bagi setiap mukmin.
Dia melanjutkan, bukti keimanan dapat diwujudkan dengan berbagai bentuk aplikasi dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, laksana juru parkir yang menjaga deretan mobil atau motor di pasar. Dia tidak akan sedih jika kendaraan-kendaraan tersebut pergi dan habis dari tempatnya.
Baca Juga:Kangen Zainudin MZ: Pemimpin Harus Utamakan Keselamatan Ummat
"Jika imannya kuat, maka kehidupannya akan kuat, sebaliknya jika imannya rapuh, maka kehidupannya akan rapuh. Pisau kalau dipegang orang beriman, paling leher ayam yang putus, tapi kalau kurang iman, mungkin leher temannya sendiri yang putus," kata Zainuddin MZ dalam salah satu ceramahnya.
"Apa rahasianya, ternyata tukang parkir itu tidak merasa memiliki tapi merasa dititipi. Maka, siapa saja yang merasa memiliki, harus siap merasa kehilangan," ujarnya.
"Bahwa harta, ilmu, jabatan, dan apa yang kita punyai ini anggaplah seperti titipan, sehingga tidak pantas untuk sombong. Kemudian titipan harus dijaga baik-baik, Allah nitip Indonesia ini pun harus dijaga baik-baik, kalau tidak, yang punya titipan akan marah," ungkapnya.
Dari dua hal tersebut, dia mengatakan, orang bisa menang jika memiliki kekuatan. Untuk memiliki kekuatan, kata dia, harus bersatu dan salah satu resepnya menghidupkan silaturahmi. Menurut KH Zainuddin bangsa Indonesia mengidap tiga penyakit kronis.
Dia melanjutkan, bukti keimanan dapat diwujudkan dengan berbagai bentuk aplikasi dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, laksana juru parkir yang menjaga deretan mobil atau motor di pasar. Dia tidak akan sedih jika kendaraan-kendaraan tersebut pergi dan habis dari tempatnya.
Baca Juga:Kangen Zainudin MZ: Pemimpin Harus Utamakan Keselamatan Ummat
"Jika imannya kuat, maka kehidupannya akan kuat, sebaliknya jika imannya rapuh, maka kehidupannya akan rapuh. Pisau kalau dipegang orang beriman, paling leher ayam yang putus, tapi kalau kurang iman, mungkin leher temannya sendiri yang putus," kata Zainuddin MZ dalam salah satu ceramahnya.
"Apa rahasianya, ternyata tukang parkir itu tidak merasa memiliki tapi merasa dititipi. Maka, siapa saja yang merasa memiliki, harus siap merasa kehilangan," ujarnya.
"Bahwa harta, ilmu, jabatan, dan apa yang kita punyai ini anggaplah seperti titipan, sehingga tidak pantas untuk sombong. Kemudian titipan harus dijaga baik-baik, Allah nitip Indonesia ini pun harus dijaga baik-baik, kalau tidak, yang punya titipan akan marah," ungkapnya.
Dari dua hal tersebut, dia mengatakan, orang bisa menang jika memiliki kekuatan. Untuk memiliki kekuatan, kata dia, harus bersatu dan salah satu resepnya menghidupkan silaturahmi. Menurut KH Zainuddin bangsa Indonesia mengidap tiga penyakit kronis.