home lifestyle muslim

Punya Anak Bahagiakan Rasulullah, Childfree Salahi Tujuan Pernikahan

Rabu, 25 Agustus 2021 - 10:00 WIB
Ilustrasi Foto: Langit7.id/Istock
Childfree dipandang sebagai pilihan yanng bertentangan keputusan agama dan menyalahi tujuan utama pernikahan. Sebaliknya, anak-anak dari pasangan muslim membuat Rasulullah SAW bahagia. Pandangan tersebut disampaikan Dosen Institut Agama Islam Darullughah Wadda'wah Bangil, Kholili Hasib,

Dalam pandangan masyarakat barat, childfree menjadi pilihak berdasarkan hak manusiawi tiap individu. Namun, childfree kerap menjadi keputusan orang tanpa landasan agama atau orang yang berpaham materialisme ekstrim.

Sehingga, seolah-olah pasangan suami istri punya otoritas penuh menentukan beranak atau tidak. Padahal, kata Kholili, tidak sesimpel itu. Isu ini perlu diurai dari dua hal, yakni:

1. Aspek Teologis

Salah satu tujuan pernikahan adalah melahirkan keturunan yang baik. Itu termaktub dalam surah An-Nahl ayat 72. Demikian pula sabda Nabi Muhammad SAW, “Nikahilah perempuan yang penyayang dan dapat mempunyai anak banyak karena sesungguhnya aku akan berbangga dengan sebab banyaknya kamu dihadapan para Nabi nanti pada hari kiamat” (HR. Ahmad).

Dua dalil itu menjadi petunjuk bahwa menikah seharusnya dibarengi niat meneruskan keturunan. Niat itu penting. Menikah dengan niat untuk menyenangkan Rasulullah SAW, dengan mempersembahkan kader shaleh.

“Janganlah menikah itu berdiri di atas paradigma materialisme. Takut miskin, takut anak, takut tidak bahagia. Jika telah benar niatnya, meskipun tidak terlaksana tindakan itu, maka tetap ada ganjaran dari Allah Swt,” kata Kholili Hasib, dikutip dari akun facebook-nya, Rabu (25/8/2021).
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
pernikahan rasulullah saw peran keluarga gaya hidup childfree
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya