Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Punya Anak Bahagiakan Rasulullah, Childfree Salahi Tujuan Pernikahan

Muhajirin Rabu, 25 Agustus 2021 - 10:00 WIB
Punya Anak Bahagiakan Rasulullah, Childfree Salahi Tujuan Pernikahan
Ilustrasi Foto: Langit7.id/Istock
LANGIT7.ID, Jakarta - Childfree dipandang sebagai pilihan yanng bertentangan keputusan agama dan menyalahi tujuan utama pernikahan. Sebaliknya, anak-anak dari pasangan muslim membuat Rasulullah SAW bahagia. Pandangan tersebut disampaikan Dosen Institut Agama Islam Darullughah Wadda'wah Bangil, Kholili Hasib,

Dalam pandangan masyarakat barat, childfree menjadi pilihak berdasarkan hak manusiawi tiap individu. Namun, childfree kerap menjadi keputusan orang tanpa landasan agama atau orang yang berpaham materialisme ekstrim.

Sehingga, seolah-olah pasangan suami istri punya otoritas penuh menentukan beranak atau tidak. Padahal, kata Kholili, tidak sesimpel itu. Isu ini perlu diurai dari dua hal, yakni:

1. Aspek Teologis

Salah satu tujuan pernikahan adalah melahirkan keturunan yang baik. Itu termaktub dalam surah An-Nahl ayat 72. Demikian pula sabda Nabi Muhammad SAW, “Nikahilah perempuan yang penyayang dan dapat mempunyai anak banyak karena sesungguhnya aku akan berbangga dengan sebab banyaknya kamu dihadapan para Nabi nanti pada hari kiamat” (HR. Ahmad).

Dua dalil itu menjadi petunjuk bahwa menikah seharusnya dibarengi niat meneruskan keturunan. Niat itu penting. Menikah dengan niat untuk menyenangkan Rasulullah SAW, dengan mempersembahkan kader shaleh.

“Janganlah menikah itu berdiri di atas paradigma materialisme. Takut miskin, takut anak, takut tidak bahagia. Jika telah benar niatnya, meskipun tidak terlaksana tindakan itu, maka tetap ada ganjaran dari Allah Swt,” kata Kholili Hasib, dikutip dari akun facebook-nya, Rabu (25/8/2021).

Dia menegaskan, berniat mendapatkan keturunan sangat dianjurkan dalam Islam. Namun, bila pasangan sudah berniat untuk tidak mau memiliki keturunan, maka ia sejatinya telah memilih untuk tidak berada dalam anjuran nas ilahi dan nabi.

2. Secara Yuridis Islam

Dari segi niat memperoleh keturunan, maka pernikahan itu memiliki nilai ibadah. Imam al-Ghazali berpendapat, upaya untuk memiliki keturunan menjadi sebuah ibadah dari empat sisi. Keempat sisi tersebut menjadi alasan pokok dianjurkannya menikah, membuat seseorang aman dari gangguan syahwat sehingga tidak ada seseorang yang senang bertemu dengan Allah dalam keadaan tidak menikah.

Pertama, mencari ridha Allah dengan menghasilkan keturunan. Kedua, mencari cinta Nabi saw dengan memperbanyak keturunanan yang dibanggakan. Ketiga, berharap berkah dari doa anak saleh setelah dirinya meninggal. Keempat, mengharap syafaat sebab meninggalnya anak kecil yang mendahuluinya.

“Atas dasar itu, apabila pasangan suami – istri sehat, secara medis memiliki peluang memperoleh keturunan, tidak ada kendala penyakit atau hal yang semisalnya, maka dilarang untuk menutup jalan keturunan,” kata Kholili Hasib.

Berdasarkan dua pandangan dia atas, menurut Kholili Hasib, childfree tidak sesuai dengan keputusan agama dan menyalahi tujuan dari pernikahan.

Pendapat yang mengatakan memilih tidak punya anak tidak ada larangan dari Al-Quran dan Hadis, seakan-akan wajar. Ia mengatakan secara tekstual tidak ada. Tapi ia mengingatkan isu ini masuk ke ranah fiqih.

“Oleh sebab itu, wajib ada istinbath. Al-Qur’an dan Hadis adalah alat utama istinbath.

Jadi sebagaimana dikatakan oleh Prof. As-Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki bahwa tidak adanya teks dalam al-Quran dan hadis bukan merupakan atau belum tentu dalil yang bisa dipakai,” ucap Kholili Hasib.

(arp)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)