Gaya Hidup Masyarakat Urban Rentan Sebabkan Masalah Kejiwaan
Fifiyanti Abdurahman
Senin, 30 Januari 2023 - 14:01 WIB
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
Beratnya tekanan hidup membuat masyarakat perkotaan rentan mengalami masalah kejiwaan, seperti depresi danstres.
Spesialis kedokteran jiwa atau Psikiatri, dr Prianto Djatmiko Sp.KJ mengatakan masalah kejiwaan di perkotaan berkaitan dengan lifestyle atau gaya hidup.
Menurut dr Prianto, masalah kejiwaan yang umum dijumpai pada masyarakat urban terbagi dua yaitu umum dan berat.
Baca juga: Empat Cara Islami Mengobati Mental Illness, Salah Satunya Dzikir
Masalah kejiwaan umum seperti kecemasan, gangguan tidur atau perasaan tertekan. Umumnya mereka yang mengalami masalah kejiwaan umum ini masih dapat bergaul dengan lingkungan sekitar.
"Ini merupakan hal yang lumrah dan ada batasannya. Misal orang sedih wajar, tetapi kalau sedihnya sudah sampai dua minggu dan mengganggu aktivitas sehari-harinya sampai pola pikir terganggu dan mengubah kinerja. Nah, itu namanya depresi," ujar dr Prianto dalam diskusi daring Urban Mental Health, dikutip Senin (30/1/2023).
Perasaan cemas, lanjut dr Prianto, merupakan hal yang wajar dialami setiap orang. Sebab, perasan ini dapat mendorong orang untuk maju dengan mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya.
Spesialis kedokteran jiwa atau Psikiatri, dr Prianto Djatmiko Sp.KJ mengatakan masalah kejiwaan di perkotaan berkaitan dengan lifestyle atau gaya hidup.
Menurut dr Prianto, masalah kejiwaan yang umum dijumpai pada masyarakat urban terbagi dua yaitu umum dan berat.
Baca juga: Empat Cara Islami Mengobati Mental Illness, Salah Satunya Dzikir
Masalah kejiwaan umum seperti kecemasan, gangguan tidur atau perasaan tertekan. Umumnya mereka yang mengalami masalah kejiwaan umum ini masih dapat bergaul dengan lingkungan sekitar.
"Ini merupakan hal yang lumrah dan ada batasannya. Misal orang sedih wajar, tetapi kalau sedihnya sudah sampai dua minggu dan mengganggu aktivitas sehari-harinya sampai pola pikir terganggu dan mengubah kinerja. Nah, itu namanya depresi," ujar dr Prianto dalam diskusi daring Urban Mental Health, dikutip Senin (30/1/2023).
Perasaan cemas, lanjut dr Prianto, merupakan hal yang wajar dialami setiap orang. Sebab, perasan ini dapat mendorong orang untuk maju dengan mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya.