LANGIT7.ID - , Jakarta - Beratnya tekanan hidup membuat masyarakat perkotaan rentan mengalami masalah kejiwaan, seperti
depresi dan
stres.
Spesialis kedokteran jiwa atau Psikiatri, dr Prianto Djatmiko Sp.KJ mengatakan
masalah kejiwaan di perkotaan berkaitan dengan lifestyle atau
gaya hidup.
Menurut dr Prianto, masalah kejiwaan yang umum dijumpai pada masyarakat urban terbagi dua yaitu umum dan berat.
Baca juga: Empat Cara Islami Mengobati Mental Illness, Salah Satunya DzikirMasalah kejiwaan umum seperti kecemasan, gangguan tidur atau perasaan tertekan. Umumnya mereka yang mengalami masalah kejiwaan umum ini masih dapat bergaul dengan lingkungan sekitar.
"Ini merupakan hal yang lumrah dan ada batasannya. Misal orang sedih wajar, tetapi kalau sedihnya sudah sampai dua minggu dan mengganggu aktivitas sehari-harinya sampai pola pikir terganggu dan mengubah kinerja. Nah, itu namanya depresi," ujar dr Prianto dalam diskusi daring Urban Mental Health, dikutip Senin (30/1/2023).
Perasaan cemas, lanjut dr Prianto, merupakan hal yang wajar dialami setiap orang. Sebab, perasan ini dapat mendorong orang untuk maju dengan mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya.
"Hanya kalau urusannya sudah beres namun tetap cemas, itu yang perlu dipertanyakan. Atau ada temen-teman yang selalu khawatir meski nggak ada apa-apa, itukan berlebihan khawatirnya. Jadi ada batasannya. Dalam ilmu kedokteran jiwa ada kriteria dan batasan waktu," katanya.
Baca juga: Mental Illness dalam Perspektif Islam dan Relasinya dengan KeimananSementara, gangguan jiwa berat dapat menyebabkan kendala pada diri seseorang sehingga perlu dibantu. Pada tahap ini penderita tidak dapat sendiri saat menjalani pengobatan ke dokter atau harus didampingi.
Jenis gangguan jiwa berat seperti bipolar, depresi berat, demensia, skizofrenia, dan lainnya.
Menurut dr Prianto, mereka yang mengalami ini jumlahnya sekitar 10 persen dan membutuhkan perawatan dan pemeriksaan rutin di rumah sakit.
Lantas, bagaimana pengobatan masalah kejiwaBacaan?
dr Prianto mengatakan pengobatan gangguan kejiwaan bisa dilakukan dengan memberikan obat hingga edukasi.
"Pengobatannya bisa berupa obat farmakoterapi (terapi lini utama), bisa informasi dan edukasi, dan bisa juga yang berupa ilmu psikologi secara umum," cetusnya.
Selain itu, pencegahan gangguan mental bisa dilakukan dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih baik, yaitu makan yang sehat dan rutin berolahraga.
Baca juga: Stylish dan Fleksibel, Ciri Gaya Busana Masyarakat UrbanKemudian, bina hubungan sosial yang baik. Hindari untuk menyendiri atau kurang pergaulan.
"Interaksi sosial yang baik itu penting. Selain itu, pendidikan agama sesuai dengan kepercayaan masing-masing juga penting. Faktor religi itu juga penting untuk mencegah gangguan mental,” jelas dr Prianto dalam salah satu keterangan.
(est)