Tanggapi Aksi Pembakaran Al Quran, MUI Minta OKI Bersuara ke PBB
Fifiyanti Abdurahman
Senin, 30 Januari 2023 - 18:02 WIB
Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), Cholil Nafis meminta Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) bersuara melalui forum PBB mencegah aksi-aksi Islamofobia. Foto: MUI.
Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), Cholil Nafis meminta Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk bersuara melalui forum PBB agar mencegah aksi-aksiIslamofobia.
Hal tersebut disampaikan Cholil Nafis menanggapi aksi pembakaran Al Quran yang dilakukan pemimpin sayap kanan Swedia dan Belanda beberapa waktu lalu.
Baca juga: Kecam Pembakaran Al-Qur'an, Malaysia Sebar Sejuta Mushaf ke Seluruh Dunia
"Ini tidak bisa ditoleransi. Masyarakat, tokoh agama, bahkan OKI harus bersuara melalui forum PBB untuk mencegah aksi-aksi pembakaran lainnya," ujar Cholil dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (30/1/2023).
Menurut Cholil, aksi tersebut bisa dibiarkan dan tidak bisa dibenarkan, sebab semangat keagamaan umat Islam sangat menyala.
Karenanya, ketika ada yang menghina agama Islam atau menghujat kitab suci Al-Quran, maka ia akan cepat mendapatkan popularitas dan membangkitkan kemarahan seluruh dunia.
Cholil pun menggambarkan ketika Nabi Muhammad SAW difitnah atau kitab suci difitnah, umat Islam pasti akan berteriak, marah dan meminta mereka untuk dipenjara.
Hal tersebut disampaikan Cholil Nafis menanggapi aksi pembakaran Al Quran yang dilakukan pemimpin sayap kanan Swedia dan Belanda beberapa waktu lalu.
Baca juga: Kecam Pembakaran Al-Qur'an, Malaysia Sebar Sejuta Mushaf ke Seluruh Dunia
"Ini tidak bisa ditoleransi. Masyarakat, tokoh agama, bahkan OKI harus bersuara melalui forum PBB untuk mencegah aksi-aksi pembakaran lainnya," ujar Cholil dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (30/1/2023).
Menurut Cholil, aksi tersebut bisa dibiarkan dan tidak bisa dibenarkan, sebab semangat keagamaan umat Islam sangat menyala.
Karenanya, ketika ada yang menghina agama Islam atau menghujat kitab suci Al-Quran, maka ia akan cepat mendapatkan popularitas dan membangkitkan kemarahan seluruh dunia.
Cholil pun menggambarkan ketika Nabi Muhammad SAW difitnah atau kitab suci difitnah, umat Islam pasti akan berteriak, marah dan meminta mereka untuk dipenjara.