59 Orang Tewas dalam Serangan Bom Bunuh Diri di Masjid Pakistan
Fifiyanti Abdurahman
Selasa, 31 Januari 2023 - 07:34 WIB
Sedikitnya 59 orang tewas dan ratusan luka-luka dalam serangan bom bunuh diri di sebuah masjid di Peshawar, Pakistan, Senin (30/1/2023). Foto: tangkapan layar.
Sedikitnya 59 orang tewas dan lebih dari 150 orang terluka dalam serangan bom bunuh diri di sebuah masjid di kota Peshawar, Pakistan, Senin (30/1/2023).
Pejabat Kepolisian Peshawar, Siddque Khan mengatakan penyerang meledakkan diri saat berada di antara jamaah. Pihak berwenang mengatakan 27 orang dari korban tewas adalah petugas kepolisian.
Baca juga: Haedar Nashir Kutuk Aksi Bom Bunuh Diri di Astana Anyar
Melansir Al Jazeera, Selasa (31/1/2023), masjid ini terletak di dalam kompleks markas besar kepolisian provinsi dan departemen kontraterorisme.
Pihak berwenang mengatakan sebagian bangunan runtuh dan banyak orang dikhawatirkan terjebak di bawah reruntuhan.
Kepala Polisi Peshawar Muhammad Ijaz Khan mengatakan dalam sebuah pernyataan yang disiarkan televisi bahwa kapasitas aula utama masjid hampir mencapai 300 orang dan "hampir penuh" pada saat ledakan terjadi.
Sementara, melansir Saudi Gazette, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengecam keras aksi peledakan tersebut. Dalam sebuah pernyataan, Sharif mengatakan mereka yang berada di balik insiden itu tidak ada hubungannya dengan Islam.
Pejabat Kepolisian Peshawar, Siddque Khan mengatakan penyerang meledakkan diri saat berada di antara jamaah. Pihak berwenang mengatakan 27 orang dari korban tewas adalah petugas kepolisian.
Baca juga: Haedar Nashir Kutuk Aksi Bom Bunuh Diri di Astana Anyar
Melansir Al Jazeera, Selasa (31/1/2023), masjid ini terletak di dalam kompleks markas besar kepolisian provinsi dan departemen kontraterorisme.
Pihak berwenang mengatakan sebagian bangunan runtuh dan banyak orang dikhawatirkan terjebak di bawah reruntuhan.
Kepala Polisi Peshawar Muhammad Ijaz Khan mengatakan dalam sebuah pernyataan yang disiarkan televisi bahwa kapasitas aula utama masjid hampir mencapai 300 orang dan "hampir penuh" pada saat ledakan terjadi.
Sementara, melansir Saudi Gazette, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengecam keras aksi peledakan tersebut. Dalam sebuah pernyataan, Sharif mengatakan mereka yang berada di balik insiden itu tidak ada hubungannya dengan Islam.