Melatih Pola Pikir Anak agar Bertahan di Era Transformasi Digital
Muhajirin
Rabu, 01 Februari 2023 - 22:02 WIB
Ilustrasi melatih pola pikir anak (foto: langit7.id/istock)
Praktisi Neuroparenting, Yirawati Sumedi,mengatakan, kunci untuk memperbaiki keterampilan anak ada di pola pikir, sehingga ini penting diperhatikan.
Seperti diketahui, Allah menciptakan manusia sesuai dengan zamannya masing-masing. Manusia pada era Rasulullah SAW memiliki fisik besar dan kuat serta kemampuan motorik mumpuni karena dibutuhkan di medan perang.
Berbeda dengan era society 5.0 saat ini. Fisik anak cenderung lemah, tapi mereka kuat secara pemikiran. Hal ini yang harus disadari setiap orangtua agar bisa mendidik anak untuk hidup di zamannya. Orang tua pun harus melatih berbagai keterampilan kepada anak untuk bisa bertahan di masa depan.
Baca Juga:Mengenal Generasi Stroberi, Kreativitas Tinggi tapi Mental Lembek
“Mindset ini yang harus diperbaiki dengan benar. kalau mindset sudah salah, otomatis dia akan mengambil keputusan yang salah, otomatis tindakannya juga salah,” kata Yirawati Sumedi atau akrab disapa Bunda Iradalam webinar Fenomena Generasi Stroberi yang diikuti Langit7, Selasa (31/1/2023).
“Kalau sudah hal-hal seperti itu sudah dilakukan, otomatis mereka tidak akan mencapai apa yang diinginkan,” imbuhnya. Dalam dunia psikologi ada dua mindset yang dimiliki manusia dalam melihat realitas kehidupan yakni growth mindset dan fixed mindset.
Perbedaan mendasarnya pada lima hal ini, yaitu beliefs (keyakinan), effort (bagaimana memandang sebuah usaha), challenges (bagaimana anak menghadapi tantangan), mistakes (saat menghadapi kesalahan), dan feedback.
Seperti diketahui, Allah menciptakan manusia sesuai dengan zamannya masing-masing. Manusia pada era Rasulullah SAW memiliki fisik besar dan kuat serta kemampuan motorik mumpuni karena dibutuhkan di medan perang.
Berbeda dengan era society 5.0 saat ini. Fisik anak cenderung lemah, tapi mereka kuat secara pemikiran. Hal ini yang harus disadari setiap orangtua agar bisa mendidik anak untuk hidup di zamannya. Orang tua pun harus melatih berbagai keterampilan kepada anak untuk bisa bertahan di masa depan.
Baca Juga:Mengenal Generasi Stroberi, Kreativitas Tinggi tapi Mental Lembek
“Mindset ini yang harus diperbaiki dengan benar. kalau mindset sudah salah, otomatis dia akan mengambil keputusan yang salah, otomatis tindakannya juga salah,” kata Yirawati Sumedi atau akrab disapa Bunda Iradalam webinar Fenomena Generasi Stroberi yang diikuti Langit7, Selasa (31/1/2023).
“Kalau sudah hal-hal seperti itu sudah dilakukan, otomatis mereka tidak akan mencapai apa yang diinginkan,” imbuhnya. Dalam dunia psikologi ada dua mindset yang dimiliki manusia dalam melihat realitas kehidupan yakni growth mindset dan fixed mindset.
Perbedaan mendasarnya pada lima hal ini, yaitu beliefs (keyakinan), effort (bagaimana memandang sebuah usaha), challenges (bagaimana anak menghadapi tantangan), mistakes (saat menghadapi kesalahan), dan feedback.