Tiga Karakter Santri untuk Hadapi Quarter Life Crisis
Fajar adhitya
Kamis, 02 Februari 2023 - 10:29 WIB
Ilustrasi. Foto: Pinterest/Pesantren Darunnajah.
Quarter life crisis adalah fase yang dialami oleh individu usia 20 sampai 30-an yang merasa tidak puas dengan kehidupan dan berencana mencari kebahagiaan yang sebenarnya. Fase ini bisa menjadi masa yang membingungkan dan membuat seseorang merasa kurang pasti akan masa depan.
Namun, dengan menerapkan gaya hidup islami, quarter life crisis seharusnya bukanlah apa-apa. Salah satu gaya hidup yang bisa diterapkan adalah gaya hidup ala santri pesantren.
Baca juga: 3 Peran Santri Zaman Now: Jaga NKRI, Bangun Negara, dan Jaga Bumi
Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin saat menghadiri Anugerah Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU), di Teater Tanah Airku, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Selasa malam (31/01/2023) mengatakan bahwa santri adalah agen perubahan yang berperan membawa perbaikan di manapun berada.
“Islahil umat ini memperbaiki umat, masyarakat, ke arah yang lebih baik. Kalau bahasa saya memperbaiki umat itu santrinisasi umat. Jadi umat ini kita santrikan semua,” kata Kiai Ma’ruf dikutip pernyataan media Setwapres, Kamis (2/2/2023).
MaksudKiai Ma'ruf terkait menyantrikan masyarakat adalah mengajak berpikir dan berperilaku ala santri sejati. Lebih jauh dia menegaskan, yang dimaksud santrinisasi bukanlah Islamisasi.
Santrinisasi lebih kepada menjadi umat terbaik dengan mengamalkan kebaikan yang sesuai dengan prinsip-prinsip NU. Umat terbaik adalah mereka yang mampu melakukan amal ma’ruf sesuai dengan cara-cara dakwah nahdiyah.
Namun, dengan menerapkan gaya hidup islami, quarter life crisis seharusnya bukanlah apa-apa. Salah satu gaya hidup yang bisa diterapkan adalah gaya hidup ala santri pesantren.
Baca juga: 3 Peran Santri Zaman Now: Jaga NKRI, Bangun Negara, dan Jaga Bumi
Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin saat menghadiri Anugerah Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU), di Teater Tanah Airku, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Selasa malam (31/01/2023) mengatakan bahwa santri adalah agen perubahan yang berperan membawa perbaikan di manapun berada.
“Islahil umat ini memperbaiki umat, masyarakat, ke arah yang lebih baik. Kalau bahasa saya memperbaiki umat itu santrinisasi umat. Jadi umat ini kita santrikan semua,” kata Kiai Ma’ruf dikutip pernyataan media Setwapres, Kamis (2/2/2023).
MaksudKiai Ma'ruf terkait menyantrikan masyarakat adalah mengajak berpikir dan berperilaku ala santri sejati. Lebih jauh dia menegaskan, yang dimaksud santrinisasi bukanlah Islamisasi.
Santrinisasi lebih kepada menjadi umat terbaik dengan mengamalkan kebaikan yang sesuai dengan prinsip-prinsip NU. Umat terbaik adalah mereka yang mampu melakukan amal ma’ruf sesuai dengan cara-cara dakwah nahdiyah.