LANGIT7.ID, Jakarta - Wakil Presiden RI,
KH Ma’ruf Amin, mengajak seluruh santri di Tanah Air untuk melanjutkan perjuangan santri zaman dulu untuk menjaga Indonesia. Santri zaman dulu turun ke medan perang melawan penjajah untuk merebut kemerdekaan Indonesia.
Kiai Ma’ruf menyampaikan hal tersebut saat menghadiri acara Hari Santri Nasional 2022 Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) bertema Santri Berdaya untuk Indonesia Sejahtera di Masjid At-Thohir, Depok, Jawa Barat, Senin (31/10/2022).
"Saya ingin mengajak santri zaman dulu, santri jadul untuk menjadi pelajaran santri yang sekarang, santri zaman now. Dulu itu, para santri selain menjaga agama juga menjaga negara. Menjaga negara, sehingga terjadi perang ketika menjaga negara,” kata Kiai Ma’ruf saat memberikan sambutan.
Baca Juga: Dubes RI di Tunisia: Santri Berperan Bangun Peradaban Bangsa
Dia mencontohkan sejarah lahirnya Resolusi Jihad yang diprakarsai Pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Hasyim Asy’ari. Fatwa tersebut membuat santri berjibaku di medan perang mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Kala itu, KH Hasyim Asy’ari mengeluarkan fatwa wajib melawan penjajah Belanda. Seruan tersebut yang menginspirasi Hari Pahlawan 10 November. Kiai Ma’ruf menyebut peristiwa itu bagian dari semangat jihad dan semangat membela negara.
“Cinta Tanah Air bagian dari iman, untuk mengusir Belanda dari Tanah Air. Itu semangat santri jadul. Semangat santri zaman now harus cinta Tanah Air sebagian dari iman,” ujar Kiai Ma’ruf.
Kiai Ma’ruf mengatakan, ada tiga
peran yang harus diemban santri zaman now. Pertama, menjaga kesepakatan nasional yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Baca Juga: Ini Kewajiban Santri Setelah Lulus dari Pesantren
“Itu konsensus nasional, karena itu saya mengatakan negara ini negara kesepakatan. Orang dulu berperang, sekarang menjaga kesepakatan. Tugas kita, menjaga kesepakatan untuk bangsa dan negara. Ini tidak boleh rusak, persatuan-kesatuan, keutuhan bangsa tidak boleh rusak,” ujarnya.
Kedua, santri harus berperan membangun negara yang sejahtera. Allah Ta’ala meminta hamba-Nya memakmurkan bumi. Allah memberikan tanggungjawab kepada manusia untuk memakmurkan bumi dengan membangun ekonomi, supaya makmur.
“Itu wajib, karena perintah agama. Kunci utama sumber daya manusia yang memiliki IPTEK. Saya minta pesantren tidak hanya paham agama yang juga memakmurkan bumi,” tutur Kiai Ma’ruf.
Ketiga, santri harus menjaga bumi dari kerusakan. Poin ini sangat penting agar terjadi keseimbangan di muka bumi. Menurut Kiai Ma’ruf, manusia boleh memanfaatkan sumber daya alam, tapi harus diimbangi dengan perbaikan.
“Bumi banyak kerusakan, kerusakan lingkungan. Kita boleh mengambil hasil tambang, lautnya, tapi jangan merusak,” ujar Kiai Ma’ruf.
(jqf)