Rasulullah Ajarkan Umatnya Benci Maksiat tapi Kasihani Pelakunya
Muhajirin
Jum'at, 10 Februari 2023 - 10:00 WIB
Ilustrasi (Foto: pixabay)
Salah satu keindahan ajaran Islam adalah kasih sayang, bahkan terhadap pelaku maksiat sekalipun. Umat Islam tidak diperbolehkan mencela orang yang dihukum karena bermaksiat, tetapi dianjurkan untuk mendoakan mereka.
Rasulullah SAW menganjurkan untuk tetap mengasihani para pelaku maksiat. Itu karena bagaimanapun, mereka adalah saudara kita sesama muslim:
“Jika kalian melihat saudara kalian dihukum, maka janganlah kalian melaknatnya dan janganlah kalian membantu setan, tetapi katakanlah, ‘Semoga Allah merahmatinya dan semoga Allah menerima taubatnya’.” (HR Bukhari Muslim).
Baca Juga:Bakomubin: Dakwah Nabi Dibangun di Atas Landasan Tauhid
Mengutip laman resmi An Najah Ponpes Sidogiri, maksiat merupakan perbuatan kotor, keji, dan hina. Oleh karena itu, syariat Islam mewajibkan penganutnya untuk membenci segala bentuk kemaksiatan. Sebab, maksiat merupakan hal kotor yang hanya diberikan kepada musuh-musuh Allah dan orang-orang yang hatinya penuh penyakit. Sebagaimana penjelasan Syekh Muhammad bin Salim Bafaishol Asy-Syafi’i dalam kitab Is’adur-Rafiq.
Bukan hanya membenci, bahkan umat Islam wajib mencegah kemaksiatan atau kemungkaran yang ia jumpa sesuai tingkatan kemampuannya. Sebagaimana hadits riwayat Abi Said al-Khudri berikut:
“Barangsiapa dari kalian yang melihat kemungkaran, maka ubahlah dengan tangannya (kekuasaan). Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Dan jika tidak mampu, maka dengan hatinya, dan hal itu merupakan paling lemahnya iman.” (HR Muslim)
Rasulullah SAW menganjurkan untuk tetap mengasihani para pelaku maksiat. Itu karena bagaimanapun, mereka adalah saudara kita sesama muslim:
“Jika kalian melihat saudara kalian dihukum, maka janganlah kalian melaknatnya dan janganlah kalian membantu setan, tetapi katakanlah, ‘Semoga Allah merahmatinya dan semoga Allah menerima taubatnya’.” (HR Bukhari Muslim).
Baca Juga:Bakomubin: Dakwah Nabi Dibangun di Atas Landasan Tauhid
Mengutip laman resmi An Najah Ponpes Sidogiri, maksiat merupakan perbuatan kotor, keji, dan hina. Oleh karena itu, syariat Islam mewajibkan penganutnya untuk membenci segala bentuk kemaksiatan. Sebab, maksiat merupakan hal kotor yang hanya diberikan kepada musuh-musuh Allah dan orang-orang yang hatinya penuh penyakit. Sebagaimana penjelasan Syekh Muhammad bin Salim Bafaishol Asy-Syafi’i dalam kitab Is’adur-Rafiq.
Bukan hanya membenci, bahkan umat Islam wajib mencegah kemaksiatan atau kemungkaran yang ia jumpa sesuai tingkatan kemampuannya. Sebagaimana hadits riwayat Abi Said al-Khudri berikut:
“Barangsiapa dari kalian yang melihat kemungkaran, maka ubahlah dengan tangannya (kekuasaan). Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Dan jika tidak mampu, maka dengan hatinya, dan hal itu merupakan paling lemahnya iman.” (HR Muslim)