Pesan Menohok Gus Nadir: Gunakan Empati, Bencana Alam Bukan Azab
Mahmuda attar hussein
Senin, 13 Februari 2023 - 23:05 WIB
Gempa Bumi M7,8 yang memporak-porandakan Turki pada Senin (6/2/2023). (Foto: Can Celik/DHA via AP)
Rais Syuriyah PCINU Australia-Selandia Baru, Nadirsyah Hosen memberikan pesan menohon kepada orang yang selalu mengaitkan musibah dan bencana dengan azab.
Menurut Nadir, orang-orang yang mengaitkan bencana alam dengan azab adalah orang yang tak memiliki rasa empati. Untuk itu, dia tidak sependapat dengan anggapan tersebut.
"Biasanya di media sosial ada yang menganggap bencana alam sebagai azab. Saya menolak sikap menghakimi dan menyalahkan korban," kata Nadir dikutip dari NU Online, Senin (13/2/2023).
Baca Juga:Lingkaran Awan Aneh di Langit Turki Sebelum Gempa, Mirip UFO
Pria yang akrab disapa Gus Nadir itu mengatakan, bencana alam tidak bisa disamakan dengan azab maupun turunnya hukuman Allah SWT kepada orang-orang yang menjadi korban bencana.
Hal itu lantaran anggapan tersebut seolah menilai para korban adalah "pendosa". Bahkan, juga termasuk mengerdilkan rasa empati sebagai umat manusia.
Gus Nadir menambahkan, bila memang para korban adalah "pendosa" seperti anggapan banyak orang, maka tidak sepatutnya untuk diberikan bantuan. Padahal, sudah seharusnya umat Islam saling mengulurkan tangan untuk meringankan beban korban terdampak bencana.
Menurut Nadir, orang-orang yang mengaitkan bencana alam dengan azab adalah orang yang tak memiliki rasa empati. Untuk itu, dia tidak sependapat dengan anggapan tersebut.
"Biasanya di media sosial ada yang menganggap bencana alam sebagai azab. Saya menolak sikap menghakimi dan menyalahkan korban," kata Nadir dikutip dari NU Online, Senin (13/2/2023).
Baca Juga:Lingkaran Awan Aneh di Langit Turki Sebelum Gempa, Mirip UFO
Pria yang akrab disapa Gus Nadir itu mengatakan, bencana alam tidak bisa disamakan dengan azab maupun turunnya hukuman Allah SWT kepada orang-orang yang menjadi korban bencana.
Hal itu lantaran anggapan tersebut seolah menilai para korban adalah "pendosa". Bahkan, juga termasuk mengerdilkan rasa empati sebagai umat manusia.
Gus Nadir menambahkan, bila memang para korban adalah "pendosa" seperti anggapan banyak orang, maka tidak sepatutnya untuk diberikan bantuan. Padahal, sudah seharusnya umat Islam saling mengulurkan tangan untuk meringankan beban korban terdampak bencana.