LANGIT7.ID, Jakarta - Rais Syuriyah PCINU Australia-Selandia Baru, Nadirsyah Hosen memberikan pesan menohon kepada orang yang selalu mengaitkan musibah dan bencana dengan
azab.
Menurut Nadir, orang-orang yang mengaitkan
bencana alam dengan azab adalah orang yang tak memiliki rasa empati. Untuk itu, dia tidak sependapat dengan anggapan tersebut.
"Biasanya di media sosial ada yang menganggap bencana alam sebagai azab. Saya menolak sikap menghakimi dan menyalahkan korban," kata Nadir dikutip dari NU Online, Senin (13/2/2023).
Baca Juga: Lingkaran Awan Aneh di Langit Turki Sebelum Gempa, Mirip UFOPria yang akrab disapa Gus Nadir itu mengatakan, bencana alam tidak bisa disamakan dengan azab maupun turunnya hukuman Allah SWT kepada orang-orang yang menjadi korban bencana.
Hal itu lantaran anggapan tersebut seolah menilai para korban adalah "pendosa". Bahkan, juga termasuk mengerdilkan rasa empati sebagai umat manusia.
Gus Nadir menambahkan, bila memang para korban adalah "pendosa" seperti anggapan banyak orang, maka tidak sepatutnya untuk diberikan bantuan. Padahal, sudah seharusnya umat Islam saling mengulurkan tangan untuk meringankan beban korban terdampak bencana.
"Tapi kalau dianggap azab, maka kita biarkan. Ini merupakan jebakan setan seolah kita lebih alim," ujar Gus Nadir.
Baca Juga: Kisah Pesepak Bola Selamat dari Gempa Turki karena Salat SubuhUntuk itu, dia mengingatkan agar orang-orang tidak sembarangan menyamaman musibah bencana dengan azab. Terlebih, manusia tidak memiliki kapasitas untuk menghakimi dosa.
"Saya turut berduka cita atas musibah
gempa Turki dan Suriah, ini musibah luar biasa yang tidak bisa dielakkan karena ini bencana alam," tambahnya.
Menukil
Al Jazeera, laporan terbaru jumlah korban tewas akibat gempa bumi di Turki dan Suriah telah mencapai 29.000 jiwa. Jumlah kematian di Turki naik menjadi 24.617 orang dan lebih dari 4.500 orang meninggal dunia. Sementara itu, evakuasi penyelamatan masih terus berlanjut.
Baca Juga:
Mahasiswa Indonesia di Turki Khawatir akan Kelanjutan Studi
Akibat Gempa Sejumlah Situs Warisan Kuno di Turki Runtuh(gar)