home global news

Cegah Stunting, Ketersediaan Air Bersih dan Sanitasi Harus Baik

Kamis, 26 Agustus 2021 - 06:41 WIB
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono (kiri). Foto: Humas/TWD
Ketersediaan air bersih dan sanitasi layak berkontribusi besar dalam penanganan stunting. Intervensi penyediaan air minum, sanitasi yang layak serta perubahan perilaku berperan dalam pencegahan stunting.

"Bukan hanya soal gizi bayi, bukan hanya pemberian asupan gizi yang memenuhi standar untuk ibu hamil ibu menyusui. Tetapi penyediaan air minum dan sanitasi layak mempunyai andil yang besar dan menjadi akses terhadap air bersih dan pelayanan sanitasi dasar merupakan salah satu program prioritas nasional," ungkap Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr Hasto Wardoyo saat melakukan audiensi ke Kantor Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dalam Rangka Percepatan Penurunan Stunting melalui Pemetaan Kegiatan Sanitasi dan Air Minum, Rabu (25/8/2021).

Baca Juga:Masjid At Tabayyun Akan Berdiri di Kompleks Muslim Minoritas

Untuk percepatan pencegahan stunting, BKKBN menjalin kolaborasibersamaKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Salah satu bentuk intervensi sensitif stunting, yakni pemenuhan rumah sehat melalui sanitasi dan air bersih. Secara nasional angka prevalensi stunting saat ini masih di angka 27,6 persen. Sementara pemerintah menargetkan pada 2024 prevalensi stunting di angka 14 persen.

"BKKBN saat ini tengah melakukan pengolahan hasil Pendataan Keluarga Tahun 2021 (PK21), salah satu aspek yang ingin dijaring adalah terkait faktor dekat dan faktor jauh penyebab stunting, diantaranya adalah pemenuhan sanitasi, penyediaan rumah layak huni dan penyediaan air bersih," ungkapnya.

Dokter Hasto mengucapkan terima kasih kepada Menteri PUPR. "Saya sangat berterima kasih yang sebesar-besarnya atas sambutan baik Menteri PUPR beserta jajaran untuk kolaborasi dalam rangka percepatan pencegahan stunting. Sekaitan dengan hal tersebut, segera dokumen pemanfaatan data hasil PK21 dalam waktu dekat akan segera diserahkan ke Kementerian PUPR untuk dapat dilakukan penyelarasan sasaran program dan kegiatan," ucap dokter Hasto.

Baca Juga:Vaksinasi di Miftahul Ulum, Wagub Jabar Ingatkan Tri Program Pesantren
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
stunting kemen pupr bkkbn basuki hadimuljono cegah stunting
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya