Alasan Psikologis Santri Kerap Kabur dari Pondok Pesantren
Muhajirin
Rabu, 15 Februari 2023 - 20:40 WIB
Ilustrasi santri (foto:Istimewa)
Cerita santri kabur dari pondok pesantren bukan cerita baru. Fenomena sudah menjadi kisah-kisah ratusan tahun sejak pesantren berdiri. Tapi, tahukan Anda jika masalah tersebut memiliki kaitan dengan kesehatan mental?
Trainer Griya Parenting Indonesia, Bunda Ani Christina, menjelaskan, ada tiga fenomena psikologis yang sering terjadi di pesantren. Salah satunya, kabur dari pesantren. Ada dua lagi yakni fenomena psikomatis dan self harm.
Banyak santri di pondok pesantren yang merasa sulit untuk bertahan dan memilih kabur dari lingkungan pesantren. Fenomena ini terjadi dengan frekuensi yang cukup sering dan menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua, pengasuh, dan pihak pesantren.
Baca Juga:Ponpes Al-Amien Prenduan, Pesantren Modern Terbesar di Madura
Menurut Bunda Ani, masalah ini terjadi karena adanya dinamika perasaan yang harus dikelola dengan bijak. Terkadang, motivasi untuk Bertahan di pesantren menurun atau bahkan hilang karena berbagai alasan, seperti masalah sosial.
“Ini masalah standar sering terjadi di pondok pesantren. Ketika motivasi untuk bertahan di pondok menurun atau hilang, saya yakin ada dinamika-dinamika perasaan yang harus kita tangani dari masalah itu,” kata Bunda Ani dalam webinar yang digelar Griya Parenting Indonesia, dikutip Rabu (15/2/2023).
Masalah kerap terjadi adalah bullying di pesantren. Ini adalah kasus serius dan membutuhkan penanganan khusus dari pihak pengasuh dan pesantren. Para santri yang merasa tidak aman dan terancam di lingkungan pesantren harus mendapatkan dukungan serta perlindungan yang memadai.
Trainer Griya Parenting Indonesia, Bunda Ani Christina, menjelaskan, ada tiga fenomena psikologis yang sering terjadi di pesantren. Salah satunya, kabur dari pesantren. Ada dua lagi yakni fenomena psikomatis dan self harm.
Banyak santri di pondok pesantren yang merasa sulit untuk bertahan dan memilih kabur dari lingkungan pesantren. Fenomena ini terjadi dengan frekuensi yang cukup sering dan menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua, pengasuh, dan pihak pesantren.
Baca Juga:Ponpes Al-Amien Prenduan, Pesantren Modern Terbesar di Madura
Menurut Bunda Ani, masalah ini terjadi karena adanya dinamika perasaan yang harus dikelola dengan bijak. Terkadang, motivasi untuk Bertahan di pesantren menurun atau bahkan hilang karena berbagai alasan, seperti masalah sosial.
“Ini masalah standar sering terjadi di pondok pesantren. Ketika motivasi untuk bertahan di pondok menurun atau hilang, saya yakin ada dinamika-dinamika perasaan yang harus kita tangani dari masalah itu,” kata Bunda Ani dalam webinar yang digelar Griya Parenting Indonesia, dikutip Rabu (15/2/2023).
Masalah kerap terjadi adalah bullying di pesantren. Ini adalah kasus serius dan membutuhkan penanganan khusus dari pihak pengasuh dan pesantren. Para santri yang merasa tidak aman dan terancam di lingkungan pesantren harus mendapatkan dukungan serta perlindungan yang memadai.