Posisi Jima' yang Ideal Agar Cepat Dikaruniai Buah Hati
Fajar adhitya
Jum'at, 17 Februari 2023 - 23:07 WIB
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
Posisi hubungan intim suami istri dapat beragam tergantung preferensi masing-masing pasangan. Posisi yang tepat saat melakukan jima merupakan salah satu faktor yang membuat pasangan cepat dikaruniai buah hati.
Dokter Raehanul Bahraen menjelaskan bahwa saat mulai berhubungan, penting bagi suami mengantar istrinya menggapai puncak kenikmatan. Jika seorang wanita mencapai puncak kepuasan, maka akan membentuk suasana basa pada vagina yang sebelumnya asam.
Baca juga: Hubungan Suami Istri di Malam Jumat, UAH: Boleh Bukan Sunnah
“Sperma lebih baik pada kondisi basa. Mengenai caranya Anda lebih mengetahuinya, karena sebagaimana penjelasan para ulama bahwa hal ini adalah tabiat dan naluri manusia sehingga tidak perlu di jelaskan dengan sangat rinci dan detail,” kata Spesialis Patologi Klinik dari Universitas Gajah Mada ini dikutip bukunya, “Lama Tidak Terdengar Tangis Bayi di Rumah Tua Pengantin”.
Karenanya, Islam menganjurkan foreplay atau mula’abah sebelum suasana menjadi “lebih panas”. Hal ini juga disarankan dalam dunia kedokteran karena "wanita itu lama mencapai puncak dan lama juga merasakan nikmatnya ketika mencapai puncak”.
Adapun posisi ideal agar pembuahan maksimal, yakni posisi saat sperma ditumpahkan ke dalam vagina adalah istri berada di bawah. Sedangkan gaya saat berhubungan badan terserah bagaimana saja asal masih manusiawi dan tidak memaksakan.
“Posisi pada saat sperma ditumpahkan ke dalam vagina idealnya adalah istri di bawah dan suami di atas,” tulis dr. Raehanul.
Dokter Raehanul Bahraen menjelaskan bahwa saat mulai berhubungan, penting bagi suami mengantar istrinya menggapai puncak kenikmatan. Jika seorang wanita mencapai puncak kepuasan, maka akan membentuk suasana basa pada vagina yang sebelumnya asam.
Baca juga: Hubungan Suami Istri di Malam Jumat, UAH: Boleh Bukan Sunnah
“Sperma lebih baik pada kondisi basa. Mengenai caranya Anda lebih mengetahuinya, karena sebagaimana penjelasan para ulama bahwa hal ini adalah tabiat dan naluri manusia sehingga tidak perlu di jelaskan dengan sangat rinci dan detail,” kata Spesialis Patologi Klinik dari Universitas Gajah Mada ini dikutip bukunya, “Lama Tidak Terdengar Tangis Bayi di Rumah Tua Pengantin”.
Karenanya, Islam menganjurkan foreplay atau mula’abah sebelum suasana menjadi “lebih panas”. Hal ini juga disarankan dalam dunia kedokteran karena "wanita itu lama mencapai puncak dan lama juga merasakan nikmatnya ketika mencapai puncak”.
Adapun posisi ideal agar pembuahan maksimal, yakni posisi saat sperma ditumpahkan ke dalam vagina adalah istri berada di bawah. Sedangkan gaya saat berhubungan badan terserah bagaimana saja asal masih manusiawi dan tidak memaksakan.
“Posisi pada saat sperma ditumpahkan ke dalam vagina idealnya adalah istri di bawah dan suami di atas,” tulis dr. Raehanul.