LANGIT7.ID, Jakarta - Kaum muslimin mungkin familiar dengan sunnah
berhubungan suami istri di malam Jumat. Namun fakta sebenarnya bukan seperti yang diketahui banyak orang.
Uztadz Ammi Nur Baits, pengasuh Konsultasi Syariah menjelaskan, dalam Aunul Ma'bud Syarh Sunan Abu Daud, ada sebagian ulama yang mengartikan anjuran mandi Jumat itu berarti berhubungan badan.
"Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Barang siapa yang mandi pada hari Jumat, berangkat pagi-pagi dan mendapatkan awal khotbah, berjalan dan tidak berkendaraan, dia mendekat ke imam, diam, serta berkonsentrasi mendengarkan khotbah maka setiap langkah kakinya dinilai sebagaimana pahala amalnya setahun." (HR Ahmad, An-Nasa'i, dan Ibnu Majah dinilai sahih oleh Imam An-Nawawi dan Syekh Al-Albani).
Sunnah berhubungan badan memang sudah sangat dikenal masyarakat. Padahal di dalam sunah tidak ada anjuran berhubungan seksual suami-istri di malam-malam tertentu.
Ustadz Adi Hidayat (UAH) mengatakan, berhubungan suami istri di malam Jumat diperbolehkan. Namun, umat Islam tidak boleh melabelinya dengan sunnah Rasul.
Baca Juga: Teknik Pemanasan Sebelum Berhubungan Suami Istri Dianjurkan dalam Islam"Kami tidak pernah menemui adanya dalil khusus yang menyebutkan anjuran berhubungan suami istri di hari tertentu dan malam tertentu," kata UAH dikutip kajian virtualnya, Kamis (22/12/2022).
Adapun dia mempersilakan bagi siapa saja yang mau melakukan hubungan suami istri. Bahkan, sekalipun itu dilakukan menjelang salat Jumat.
"Tapi mesti diingat bahwa tidak ada hari-hari spesial untuk melakukan hubungan suami istri. Adapun bagi orang-orang yang memiliki hasrat untuk berhubungan di malam Jumat tetap diperbolehkan, sekalipun itu menjelang salat Jumat," katanya.
Namun, tentu saja harus memperhitungkan waktu untuk persiapan salat Jumat. Sebab, setiap orang harus dalam keadaan suci saat akan melaksanakan ibadah salat.
"Adapun sunnah di malam Jumat yang diperintahkan yakni membaca surat Al-Kahfi, memperbanyak salawat, dan membaca ayat-ayar Al-Qur'an," tambahnya.
Doa Sebelum Berhubungan Ada doa yang harus dipanjatkan kaum muslimin saat akan berhubungan intim. Hal itu sebagai bentuk ingat kepada Allah yang memberikan kenikmatan secara lahir dan batin.
Hubungan suami istri yang dilakukan kaum muslimin tidak hanya soal melampiaskan nafsu semata, tapi juga sebagai upaya nafkah batin dan memperoleh keturunan salih dan salihah.
Adapun doa tersebut dijelaskan Syekh Abdul Qadir al-Jailani dalam Al-Ghuniyah li Thalibi Thariqil Haqqi Azza wa Jalla fil Akhlaq wat Tashawwuf wal Adabil Islamiyah.
Doa yang dimaksud, adalah:
"Bismillahil ‘aliyyil ‘azhim. Allahummaj‘alhu dzurriyyatan thayyibah in qaddarta an takhruja min shulbi. Allahumma jannibnis syaithana wa jannibis syaithana ma razaqtani."Artinya: Dengan nama Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Tuhanku, jadikanlah ia keturunan yang baik bila Kau takdirkan ia keluar dari tulang punggungku. Tuhanku, jauhkan aku dari setan, dan jauhkan setan dari benih janin yang Kau Anugerahkan padaku.
(bal)