LANGIT7.ID - , - Posisi
hubungan intim suami istri dapat beragam tergantung preferensi masing-masing pasangan. Posisi yang tepat saat melakukan jima merupakan salah satu faktor yang membuat pasangan cepat dikaruniai
buah hati.
Dokter Raehanul Bahraen menjelaskan bahwa saat mulai berhubungan, penting bagi suami mengantar istrinya menggapai puncak kenikmatan. Jika seorang wanita mencapai puncak kepuasan, maka akan membentuk suasana basa pada vagina yang sebelumnya asam.
Baca juga: Hubungan Suami Istri di Malam Jumat, UAH: Boleh Bukan Sunnah“Sperma lebih baik pada kondisi basa. Mengenai caranya Anda lebih mengetahuinya, karena sebagaimana penjelasan para ulama bahwa hal ini adalah tabiat dan naluri manusia sehingga tidak perlu di jelaskan dengan sangat rinci dan detail,” kata Spesialis Patologi Klinik dari
Universitas Gajah Mada ini dikutip bukunya, “Lama Tidak Terdengar Tangis Bayi di Rumah Tua Pengantin”.
Karenanya, Islam menganjurkan foreplay atau mula’abah sebelum suasana menjadi “lebih panas”. Hal ini juga disarankan dalam dunia kedokteran karena "wanita itu lama mencapai puncak dan lama juga merasakan nikmatnya ketika mencapai puncak”.
Adapun posisi ideal agar pembuahan maksimal, yakni posisi saat sperma ditumpahkan ke dalam vagina adalah istri berada di bawah. Sedangkan gaya saat berhubungan badan terserah bagaimana saja asal masih manusiawi dan tidak memaksakan.
“Posisi pada saat sperma ditumpahkan ke dalam vagina idealnya adalah istri di bawah dan suami di atas,” tulis dr. Raehanul.
Baca juga: Teknik Pemanasan Sebelum Berhubungan Suami Istri Dianjurkan dalam IslamFirman Allah dalam surat Al Baqarah ayat 223:
نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّىٰ شِئْتُمْ ۖ وَقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ مُلَاقُوهُ ۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ
Terjemah: Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman.
Kemudian, dr. Raehanul juga menyarankan agar jangan banyak bergerak sesaat setelah berhubungan. Posisi istri hendaknya tetap berbaring sejenak sekitar 5-10 menit dan lebih bagus lagi jika panggulnya disanggah dengan bantal.
Baca juga: Adab Pertengkaran Suami Istri, UAH: Sikapi dengan Ketenangan“Hal ini bertujuan untuk memberi waktu sejenak untuk sperma berenang menuju rahim. Sambil menunggu bisa digunakan untuk berbincang-bincang mesra dan hangat dengan istri dalam pelukan. Karena istri sangat tidak suka, jika selesai berhubungan langsung ditinggal begitu saja sehingga terkesan [maaf] “dipakai kemudian dibuang”,” katanya.
(est)