LANGIT7.ID - , Jakarta - Kehidupan
rumah tangga pasti ada pasang surutnya, alias tidak selalu mulus. Perbedaan atau perselisihan pendapat adalah hal yang wajar dalam sebuah
pernikahan.
Terpenting, dalam menjalani bahtera rumah tangga, ada komunikasi yang baik, rasa percaya, dan menjadikan kesalahan sebagai pembelajaran. Dibutuhkan kerjasama antara
suami dan istri untuk menuju pernikahan yang bahagia.
Baca juga: Rumus Keluarga Harmonis, Jauhkan Rumah Tangga dari Perpisahan"Kehidupan itu termasuk di rumah tangga tidak akan sepi dari masalah. Selalu ada masalah," kata
Ustadz Adi Hidayat.
وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَىْءٍ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ
"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar." (Al Baqarah: 155). Setiap orang hidup itu berbanding lurus dengan persoalan. Menurut UAH, sebutan akrabnya, jika orang tidak ingin punya masalah berarti dia tidak ingin hidup.
"Masalah paling indah itu adalah masalah di rumah tangga. Masalah di rumah tangga itu paketnya komplit di
Alquran" lanjut UAH melalui kanal Youtube Audio Dakwah, dikutip Jumat (12/8/2022).
Baca juga: Rumah Tangga 3 Kali Gagal, Risty Tagor Tetap Istikamah BerdakwahMasalah di rumah tangga diciptakan Allah SWT bukan untuk membuat kehidupan rumah tangga bermasalah. Tapi, agar suami istri belajar dari masalah itu untuk dapat meningkatkan kualitas hidupnya.
"Jadi saat istri mendapati suaminya marah, sifat itu dititipkan pada suami, bukan untuk menjadikannya pemarah. Tapi supaya kesabaran dalam diri istri itu terlatih. Latihan supaya sabar itu muncul," jelasnya.
Rumus dasar untuk menyelesaikan masalah dalam rumah tangga, seperti tertulis dalam Alquran surat Asy-Syam ayat 7-10, adalah dengan mencari sisi baik dari sisi buruk yang ada.
(7)وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا
(8)فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا
(9)قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا
(10)وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا
“Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya). Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya." (Asy Syams 7-10).Baca juga: Solusi Menjaga Keutuhan dan Keharmonisan Rumah TanggaDalam rumah tangga bila selalu mencari keributan, sebut UAH, akan berujung pada ketidaknyamanan. Jadi, bila ada keributan atau masalah dalam rumah tangga, sikapi dengan rasa tenang.
"Tidak sedikit orang yang berubah jadi baik jika dihadapkan dengan kelembutan-kelembutan," pungkasnya.
(est)