Legislator Optimistis TNI-Polri Mampu Bebaskan Pilot Susi Air
Garry Talentedo Kesawa
Sabtu, 18 Februari 2023 - 06:05 WIB
Anggota Komisi I DPR RI, Christina Aryani. (Foto: DPR RI)
Anggota Komisi I DPR RI, Christina Aryani optimistis TNI bersama Polri mampu membebaskan pilot Susi Air, Philips Mark Marthens. Kapten Philips sampai saat ini masih disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.
Christina meyakini TNI memiliki strategi yang baik dan terukur dalam menangani hal tersebut. Utamanya melakukan pendekatan persuasif agar tidak muncul korban jiwa.
"Kami memberikan dukungan moral untuk TNI di lapangan, yang bersama Polri sedang mengupayakan pembebasan pilot Susi Air. Tentu kami optimis berbekal pengalaman dan latihan selama ini, tugas pembebasan bisa diselesaikan dengan baik pada waktunya," ujar Christina dalam keterangannya, Jumat (18/2/2023).
Baca Juga:TB Hasanuddin Minta TNI Tak Gegabah Selamatkan Pilot Susi Air
Politisi Partai Golkar itu mengatakan, langkah pemerintah dan juga Panglima TNI untuk mengedepankan pendekatan persuasif dalam penanganan sandera di lapangan sudah sangat tepat.
"Kuncinya memang persuasif. Jangan sampai jatuh korban yang hanya menimbulkan efek dan dampak buruk bagi solusi masalah Papua," katanya.
Terkait video dari kelompok KKB yang beredar luas bersama Kapten Philips, Christina mengimbau publik tidak perlu memancing respons berlebihan. Dia menilai TNI sangat mengerti apa yang harus dilakukan di lapangan.
Christina meyakini TNI memiliki strategi yang baik dan terukur dalam menangani hal tersebut. Utamanya melakukan pendekatan persuasif agar tidak muncul korban jiwa.
"Kami memberikan dukungan moral untuk TNI di lapangan, yang bersama Polri sedang mengupayakan pembebasan pilot Susi Air. Tentu kami optimis berbekal pengalaman dan latihan selama ini, tugas pembebasan bisa diselesaikan dengan baik pada waktunya," ujar Christina dalam keterangannya, Jumat (18/2/2023).
Baca Juga:TB Hasanuddin Minta TNI Tak Gegabah Selamatkan Pilot Susi Air
Politisi Partai Golkar itu mengatakan, langkah pemerintah dan juga Panglima TNI untuk mengedepankan pendekatan persuasif dalam penanganan sandera di lapangan sudah sangat tepat.
"Kuncinya memang persuasif. Jangan sampai jatuh korban yang hanya menimbulkan efek dan dampak buruk bagi solusi masalah Papua," katanya.
Terkait video dari kelompok KKB yang beredar luas bersama Kapten Philips, Christina mengimbau publik tidak perlu memancing respons berlebihan. Dia menilai TNI sangat mengerti apa yang harus dilakukan di lapangan.