Isra Mi’raj, Teknologi Tercanggih dalam Sejarah Manusia
Muhajirin
Senin, 20 Februari 2023 - 17:00 WIB
Ilustrasi Isra Miraj (Foto: istimewa)
Ketua PP Muhammadiyah, Saad Ibrahim, mengatakan, secanggih apapun teknologi manusia, tidak akan bisa melampaui kecanggihan Isra dan Mi’raj.
Peristiwa isra dan mi’raj tidak bisa dinalar oleh logika manusia, bahkan tidak bisa dijangkau dengan teknologi apapun sampai hari ini. Hal itulahyang membuat isra dan mi’raj menjadi ujian keimanan umat Islam.
Abu Bakar Ash-Shiddiq menjadi sahabat yang memiliki keimanan paling teguh dalam persoalan tersebut. Saat diberitahu oleh Rasulullah, dia langsung percaya tanpa ragu sedikitpun.
Baca Juga:Refleksi Isra Miraj, Kejayaan Peradaban Islam Harus Dikembalikan
Isra berarti peristiwa Rasulullah SAW diperjalankan sejauh 1.239 km dari Mekkah ke Masjid Al-Aqsa di Madinah. Sementara, mi’raj merupakan perjalanan Nabi Muhammad SAW melewati langit ketujuh dan Sidratul Muntaha untuk menghadap Allah. Peristiwa itu hanya terjadi dalam semalam.
Selama 14 abad setelah peristiwa itu, masih banyak manusia yang mempertanyakan kebenaran ajaran Islam melalui peristiwa isra dan mi’raj. Mereka umumnya meminta bukti logis berdasarkan pada nalar empiris.
Peristiwa isra dan mi’raj tidak bisa dinalar oleh logika manusia, bahkan tidak bisa dijangkau dengan teknologi apapun sampai hari ini. Hal itulahyang membuat isra dan mi’raj menjadi ujian keimanan umat Islam.
Abu Bakar Ash-Shiddiq menjadi sahabat yang memiliki keimanan paling teguh dalam persoalan tersebut. Saat diberitahu oleh Rasulullah, dia langsung percaya tanpa ragu sedikitpun.
Baca Juga:Refleksi Isra Miraj, Kejayaan Peradaban Islam Harus Dikembalikan
Isra berarti peristiwa Rasulullah SAW diperjalankan sejauh 1.239 km dari Mekkah ke Masjid Al-Aqsa di Madinah. Sementara, mi’raj merupakan perjalanan Nabi Muhammad SAW melewati langit ketujuh dan Sidratul Muntaha untuk menghadap Allah. Peristiwa itu hanya terjadi dalam semalam.
Selama 14 abad setelah peristiwa itu, masih banyak manusia yang mempertanyakan kebenaran ajaran Islam melalui peristiwa isra dan mi’raj. Mereka umumnya meminta bukti logis berdasarkan pada nalar empiris.