Wapres: Indonesia Butuh Ahli Ijtihad untuk Respons Berbagai Masalah
Fajar adhitya
Rabu, 22 Februari 2023 - 18:21 WIB
Wapres KH Maruf Amin saat menghadiri Sidang Senat Terbuka Pengukuhan Guru Besar dan Orasi Ilmiah Prof. DR. H. Asrorun Niam Sholeh, M.A. di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Foto: Istimewa.
Wakil Presiden RI KH Ma'ruf Amin menyebut Indonesia membutuhkan ahliyatulijtihad untuk merespons masalah baru atau lama yang mengalami pembaharuan.
Menurut Ma'ruf Amin, berbagai masalah yang menyangkut politik, ekonomi, sosial budaya, baik yang sifatnya domestik maupun global, sangat dinamis dan membutuhkan hukum syariat yang relevan namun tetap berpegang pada hukum Islam.
Baca juga: Hindari Fanatisme Buta, Jangan Gampang Memvonis Ijtihad Ulama
“Nash (Al-Qur’an dan hadis) itu tidak akan bertambah, sedangkan permasalahan tidak terbatas, oleh karena itu harus di-ijtihadi dan disikapi, sehingga memerlukan ahli fikih yang pandai ber-ijtihad,” ungkapnya di Tangerang, Rabu (22/02/2023).
Terkait itu, Ma'ruf Amin berharap lembaga pendidikan tinggi agama Islam terus mencetak pemikir-pemikir andal yang mampu merumuskan solusi dari berbagai permasalahan yang ada.
“Itulah memerlukan banyak ahli ijtihad khususnya profesor dari UIN Jakarta dan Universitas Islam lain. Inilah suatu kebutuhan SDM unggul di bidang Ilmu Fikih,” terangnya.
Dia menilai, baik pemerintah maupun masyarakat membutuhkan pandangan dan panduan para ulama agar tidak menyimpang dalam berperilaku sehari-hari.
Menurut Ma'ruf Amin, berbagai masalah yang menyangkut politik, ekonomi, sosial budaya, baik yang sifatnya domestik maupun global, sangat dinamis dan membutuhkan hukum syariat yang relevan namun tetap berpegang pada hukum Islam.
Baca juga: Hindari Fanatisme Buta, Jangan Gampang Memvonis Ijtihad Ulama
“Nash (Al-Qur’an dan hadis) itu tidak akan bertambah, sedangkan permasalahan tidak terbatas, oleh karena itu harus di-ijtihadi dan disikapi, sehingga memerlukan ahli fikih yang pandai ber-ijtihad,” ungkapnya di Tangerang, Rabu (22/02/2023).
Terkait itu, Ma'ruf Amin berharap lembaga pendidikan tinggi agama Islam terus mencetak pemikir-pemikir andal yang mampu merumuskan solusi dari berbagai permasalahan yang ada.
“Itulah memerlukan banyak ahli ijtihad khususnya profesor dari UIN Jakarta dan Universitas Islam lain. Inilah suatu kebutuhan SDM unggul di bidang Ilmu Fikih,” terangnya.
Dia menilai, baik pemerintah maupun masyarakat membutuhkan pandangan dan panduan para ulama agar tidak menyimpang dalam berperilaku sehari-hari.