Integrasi dan Berperan Aktif di Masyarakat, Solusi Hadapi Islamofobia
Fajar adhitya
Kamis, 23 Februari 2023 - 08:06 WIB
Berintegrasi dan berperan secara signifikan dalam kehidupan bermasyarakat menjadi solusi menghadapi Islamofobia di Amerika dan Eropa. Foto: LANGIT7/iStock
Islamofobia semakin marak di Eropa dalam beberapa waktu terakhir. Politikus sayap kanan di Swedia dan Belanda melakukan aksi biadab membakar dan merobek Al-Qur'an di depan publik.
Presiden Nusantara Foundation Imam Shamsi Ali menyebut selain ketidaktahuan, faktor sejarah menjadi penyebab munculnya Islamofobia. Hal tersebut berdasarkan pengalamannya saat berkunjung ke Bratislava, Ibu Kota Slovakia.
"Di kota ini bahkan kata Turkish yang kuat dikaitkan dengan Ottoman Empire sangat ditakutkan. Sampai-sampai kopi Turki tidak boleh dinamai “Turkish Coffee”. Tapi disebut dengan “Special coffee," kata Shamsi Ali dalam keterangannya.
Baca juga: Menggali Hikmah dari Islamofobia
Selain faktor sejarah dan kebodohan, Shamsi Ali melihat Islamofobia menjadi kendaraan banyak kepentingan, seperti politik dan capital. Hal ini terlihat dengan dukungan media yang digandengi oleh pemilik modal meraup keuntungan dengannya.
"Sesungguhnya Islamofobia saat ini telah berwujud bisnis dan sumber penghasilan bagi sebagian orang. Kira-kira mirip dengan jalan hidup para buzzer di negara sana," tambahnya.
Shamsi Ali pun memberikan solusi menghadapi Islamofobia di Eropa dan Amerika dengan berperan secara signifikan dalam kehidupan bermasyarakat.
Presiden Nusantara Foundation Imam Shamsi Ali menyebut selain ketidaktahuan, faktor sejarah menjadi penyebab munculnya Islamofobia. Hal tersebut berdasarkan pengalamannya saat berkunjung ke Bratislava, Ibu Kota Slovakia.
"Di kota ini bahkan kata Turkish yang kuat dikaitkan dengan Ottoman Empire sangat ditakutkan. Sampai-sampai kopi Turki tidak boleh dinamai “Turkish Coffee”. Tapi disebut dengan “Special coffee," kata Shamsi Ali dalam keterangannya.
Baca juga: Menggali Hikmah dari Islamofobia
Selain faktor sejarah dan kebodohan, Shamsi Ali melihat Islamofobia menjadi kendaraan banyak kepentingan, seperti politik dan capital. Hal ini terlihat dengan dukungan media yang digandengi oleh pemilik modal meraup keuntungan dengannya.
"Sesungguhnya Islamofobia saat ini telah berwujud bisnis dan sumber penghasilan bagi sebagian orang. Kira-kira mirip dengan jalan hidup para buzzer di negara sana," tambahnya.
Shamsi Ali pun memberikan solusi menghadapi Islamofobia di Eropa dan Amerika dengan berperan secara signifikan dalam kehidupan bermasyarakat.