Jelang Ramadhan, JK Imbau Makmurkan Masjid dengan Tausiyah Damai
Fajar adhitya
Sabtu, 25 Februari 2023 - 14:59 WIB
Ketua Umum DMI Jusuf Kallau mengimbau pada pengurus masjid untuk menyemarakkan masjid dengan tausiyah yang damai. Foto: Istimewa.
Dewan Masjid Indonesia (DMI) mengeluarkan sejumlah imbauan menjelang bulan Ramadhan 1444 Hijriah. DMI meminta seluruh masjid di Indonesia menyiapkan program tausiyah yang menghadirkan kedamaian.
"Agar masjid, mushalla, langar dan surau disemarakkan dan dimakmurkan dengan menyiapkan program tausiyah Islamiyah yang menyejukkan, memupuk persatuan dan kesatuan umat dan bangsa sejalan dengan nama fungsional masjid sebagai jami’ yang berarti menyatukan atau yang mempersatukan umat dan bangsa," kata Ketua DMI Umum Jusuf Kalla melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (25/2/2023).
Baca juga: DMI: Masjid Harus Jadi Titik Penyebaran Pesan Penyejuk Umat
Selain itu, JK juga meminta agar masjid steril dari kepentingan politik yang berpotensi memecah persatuan dan keutuhan umat dan bangsa.
"Karena pada Ramadhan ini masyarakat dan bangsa ini sudah mulai memasuki suasana demam politik menuju pemilu 2024, maka agar gema Ramadhan dimaksimalkan untuk membangun kedamaian dan ketaqwaan sehingga semua masjid, mushalla, langar, dan surau agar disterilkan dari tarik menarik kepentingan politik dan politik kepentingan yang justru akan berpotensi memecah persatuan dan keutuhan umat dan bangsa," tambahnya.
Kemudian, DMI juga mengimbau pengurus masjid untuk memperhatikan pengaturan suara speaker masjid tidak berlebihan dan intensitas terjaga.
"Agar penggunaan Loud Speaker masjid dengan pengaturan suara keluar tidak berlebihan, baik volume, tempo, dan intensitasnya, yaitu lima menit sebelum adzan dzuhur, ashar, maghrib, isya dan sepuluh menit sebelum adzan shubuh, sedangkan kegiatan lain menggunakan sound sytem dalam," ujarnya.
"Agar masjid, mushalla, langar dan surau disemarakkan dan dimakmurkan dengan menyiapkan program tausiyah Islamiyah yang menyejukkan, memupuk persatuan dan kesatuan umat dan bangsa sejalan dengan nama fungsional masjid sebagai jami’ yang berarti menyatukan atau yang mempersatukan umat dan bangsa," kata Ketua DMI Umum Jusuf Kalla melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (25/2/2023).
Baca juga: DMI: Masjid Harus Jadi Titik Penyebaran Pesan Penyejuk Umat
Selain itu, JK juga meminta agar masjid steril dari kepentingan politik yang berpotensi memecah persatuan dan keutuhan umat dan bangsa.
"Karena pada Ramadhan ini masyarakat dan bangsa ini sudah mulai memasuki suasana demam politik menuju pemilu 2024, maka agar gema Ramadhan dimaksimalkan untuk membangun kedamaian dan ketaqwaan sehingga semua masjid, mushalla, langar, dan surau agar disterilkan dari tarik menarik kepentingan politik dan politik kepentingan yang justru akan berpotensi memecah persatuan dan keutuhan umat dan bangsa," tambahnya.
Kemudian, DMI juga mengimbau pengurus masjid untuk memperhatikan pengaturan suara speaker masjid tidak berlebihan dan intensitas terjaga.
"Agar penggunaan Loud Speaker masjid dengan pengaturan suara keluar tidak berlebihan, baik volume, tempo, dan intensitasnya, yaitu lima menit sebelum adzan dzuhur, ashar, maghrib, isya dan sepuluh menit sebelum adzan shubuh, sedangkan kegiatan lain menggunakan sound sytem dalam," ujarnya.