Tradisi Keilmuan dalam Persahabatan Pendiri Muhammadiyah dan NU
Muhajirin
Senin, 27 Februari 2023 - 14:40 WIB
Pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Hasyim Asyari dan pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan (Foto: Istimewa)
Dirjen Haji dan Umrah Kementerian Agama RI, Hilman Latief, mengungkapkan, KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy’ari sama-sama pernah belajar dan menuntut ilmu di Mekkah. Namun, kedua tokoh besar Tanah Air ini tidak pernah bertemu di sana.
Kendati tidak pernah bertemu,tetapi kedua tokoh tersebut berhasil menjadi tokoh yang mengubah tradisi belajar di masjid menjadi gerakan yang kuat. Tradisi belajar umat Islam di Indonesia berhasil diubah menjadi gerakan dalam wadah Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU).
Relasi yang dibangun antara Muhammadiyah dengan NU tidak berhenti kepada para pendiri saja, tetapi relasi itu disambung oleh generasi-generasi selanjutnya.
Baca Juga:The Living Quran KH Ahmad Dahlan, Sang Pendiri Muhammadiyah
Hal tersebut bisa dilihat dari sosok KH Mas Mansur dan KH Abdul Wahab Hasbullah, serta Syeikh Bagir bin Muhammad Nur al-Jukjawi. Mereka adalah sepupu KH Ahmad Dahlan yang memiliki hubungan sahabat.
“Ternyata kelekatan pertemanan itu sangat produktif sekali secara keilmuan,” kata Hilman dalam acara Simposium Nasional Satu Abad NU yang diadakan oleh PAN di Surabaya, dikutip Senin (27/2/2023).
Hingga pada akhirnya Mas Mansur dengan Wahab Hasbullah mendirikan Tasywirul Afkar. Wadah tersebut menjadi tempat mereka berdiskusi sebelum keduanya berafiliasi ke organisasi Muhammadiyah dan NU.
Kendati tidak pernah bertemu,tetapi kedua tokoh tersebut berhasil menjadi tokoh yang mengubah tradisi belajar di masjid menjadi gerakan yang kuat. Tradisi belajar umat Islam di Indonesia berhasil diubah menjadi gerakan dalam wadah Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU).
Relasi yang dibangun antara Muhammadiyah dengan NU tidak berhenti kepada para pendiri saja, tetapi relasi itu disambung oleh generasi-generasi selanjutnya.
Baca Juga:The Living Quran KH Ahmad Dahlan, Sang Pendiri Muhammadiyah
Hal tersebut bisa dilihat dari sosok KH Mas Mansur dan KH Abdul Wahab Hasbullah, serta Syeikh Bagir bin Muhammad Nur al-Jukjawi. Mereka adalah sepupu KH Ahmad Dahlan yang memiliki hubungan sahabat.
“Ternyata kelekatan pertemanan itu sangat produktif sekali secara keilmuan,” kata Hilman dalam acara Simposium Nasional Satu Abad NU yang diadakan oleh PAN di Surabaya, dikutip Senin (27/2/2023).
Hingga pada akhirnya Mas Mansur dengan Wahab Hasbullah mendirikan Tasywirul Afkar. Wadah tersebut menjadi tempat mereka berdiskusi sebelum keduanya berafiliasi ke organisasi Muhammadiyah dan NU.