Anak Berkelahi dan Terzalimi, Bagaimana Seharusnya Respons Orang Tua?
Mahmuda attar hussein
Selasa, 28 Februari 2023 - 15:30 WIB
Ilustrasi seorang ibu menenangkan anaknya yang sedang menangis. (Foto: Langit7.id/iStock)
Orang tua harus merespons dengan kepala dingin ketika mengetahui anaknya mereka terlibat dalam perkelahian. Terlebih, jika sang anak menjadi korban yang terzalimi.
Ustaz Muhammad Haikal Ali Basyarahil mengisahkan, perkelahian anak yang terzalimi juga pernah terjadi di zaman para sahabat.
"Jadi ada dua anak bertengkar yang kemudian datanglah ayah dari anak yang terzalimi. Kemudian, ayah dari anak yang terzalimi tersebut memerintahkan anaknya untuk membalas orang yang memukulnya," ujar Ustaz Muhammad Haikal Ali dalam penggalan kajiannya, dikutip Senin (27/2/2023).
Baca Juga:Penganiayaan di Kalangan Remaja, Bukti Kerapuhan Keluarga di Indonesia
"Karena ayahnya ini tahu yang salah itu adalah orang yang memukul anaknya. Kemudian diperintahkan anaknya memukul sebagaimana orang itu memukulnya," lanjutnya mengisahkan.
Sontak sang anak pun segera ingin membalas pukulan seperti yang diterimanya. Namun, ketika anak itu baru hendak, lantas sang ayah kembali memberinya peringatan bijak.
"Kemudian sang anak ini ketika ingin memukul diingatkan oleh bapaknya, 'Tetapi kalau kamu memaafkan, itu lebih baik,'" pesan sang ayah.
Ustaz Muhammad Haikal Ali Basyarahil mengisahkan, perkelahian anak yang terzalimi juga pernah terjadi di zaman para sahabat.
"Jadi ada dua anak bertengkar yang kemudian datanglah ayah dari anak yang terzalimi. Kemudian, ayah dari anak yang terzalimi tersebut memerintahkan anaknya untuk membalas orang yang memukulnya," ujar Ustaz Muhammad Haikal Ali dalam penggalan kajiannya, dikutip Senin (27/2/2023).
Baca Juga:Penganiayaan di Kalangan Remaja, Bukti Kerapuhan Keluarga di Indonesia
"Karena ayahnya ini tahu yang salah itu adalah orang yang memukul anaknya. Kemudian diperintahkan anaknya memukul sebagaimana orang itu memukulnya," lanjutnya mengisahkan.
Sontak sang anak pun segera ingin membalas pukulan seperti yang diterimanya. Namun, ketika anak itu baru hendak, lantas sang ayah kembali memberinya peringatan bijak.
"Kemudian sang anak ini ketika ingin memukul diingatkan oleh bapaknya, 'Tetapi kalau kamu memaafkan, itu lebih baik,'" pesan sang ayah.