LANGIT7.ID, Jakarta - Orang tua harus merespons dengan kepala dingin ketika mengetahui anaknya mereka terlibat dalam perkelahian. Terlebih, jika sang anak menjadi korban yang
terzalimi.
Ustaz Muhammad Haikal Ali Basyarahil mengisahkan, perkelahian anak yang terzalimi juga pernah terjadi di zaman para sahabat.
"Jadi ada dua anak bertengkar yang kemudian datanglah ayah dari anak yang terzalimi. Kemudian, ayah dari anak yang terzalimi tersebut memerintahkan anaknya untuk membalas orang yang memukulnya," ujar Ustaz Muhammad Haikal Ali dalam penggalan kajiannya, dikutip Senin (27/2/2023).
Baca Juga: Penganiayaan di Kalangan Remaja, Bukti Kerapuhan Keluarga di Indonesia"Karena ayahnya ini tahu yang salah itu adalah orang yang memukul anaknya. Kemudian diperintahkan anaknya memukul sebagaimana orang itu memukulnya," lanjutnya mengisahkan.
Sontak sang anak pun segera ingin membalas pukulan seperti yang diterimanya. Namun, ketika anak itu baru hendak, lantas sang ayah kembali memberinya peringatan bijak.
"Kemudian sang anak ini ketika ingin memukul diingatkan oleh bapaknya, 'Tetapi kalau kamu memaafkan, itu lebih baik,'" pesan sang ayah.
Menurutnya, kejadian tersebut merupakan pelajaran kepada
orang tua, khususnya umat Islam dalam merespon ketika anaknya dizalimi. Bahwasanya membalas pukulan seperti konteks tersebut adalah hak.
Baca Juga: Solusi Islam Mengatasi Guru Arogan: Kedepankan Tata KramaAllah SWT berfirman, "Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal, tetapi barangsiapa memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat) maka pahalanya dari Allah. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang zalim." (QS. Asy-Syura: 40).
"Ketika anak itu berkelahi, kita jelaskan kepada dia haknya. Dia boleh membalas, karena dia terzalimi. Kalau dipukul satu, dia punya hak untuk membalas pukulan yang sama, tentunya tidak berlebihan," ungkapnya.
Namun di sisi lain, orang tua juga harus mengingatkan kepada anaknya bahwa memaafkan itu sifat yang lebih baik dan dicintai oleh Allah SWT.
"Kita mendidik anak semacam itu, kita ajarkan dia mengambil haknya. Juga kita ajarkan cara untuk dia mengambil cara yang terbaik, yaitu memaafkan. Wallahu a'lam bishawab," tutur Ustaz Muhammad Haikal Ali.
Baca Juga:
8 Tips Membuat Anak Bahagia, Manfaatnya Dahsyat Bun!
Anak Pejabat Lakukan Penganiayaan, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?(gar)