Pesantren Jadi Unggul sebab Padukan Iman, Ilmu, dan Amal
Muhajirin
Selasa, 14 Maret 2023 - 06:00 WIB
Ilustrasi pendidikan pesantren (Foto: Istimewa)
Ustadz Suharto, pengajar dari Pondok Modern Darussalam Gontor, mengutrakan salah satu keunggulan pondok pesantren, yaitu integratif antara teori dengan praktik.
“Pendidikan pesantren terkenal dengan pendidikan integratif yang artinya terpadu merupakan satu kesatuan yang dipadukan adalah antara iman, ilmu, dan juga amal,” kata Suharto dalam tausiahnya di Gontor TV, Senin (13/3/2023).
Pendidikan pondok pesantren tidak memisahkan antara iman, ilmu, dan amal.Dalam pendidikan yang dilakukan di pesantren, ditanamkan agar ilmu dipraktikkan atau diamalkan.Hal ini menilik pepatahilmu setinggi apapun tidak akan bermanfaat jika tidak diamalkan. Jika diamalkan, maka akan menjadi ilmu yang berkah.
Baca Juga:Untung Ada Pesantren, Benteng Moral Anak Bangsa
Tak hanya integrasi pendidikan, para santri juga ditanamkan antara akidah syariah dan ahlak akidah (keimanan) sebagai inti. Di samping itu, syariah juga menjadi implementasi ahlak yang buahnya menjadi satu kesatuan.
“Di samping itu juga ditanamkan sebuah kesatuan, pendidikan di pesantren itu berupa iman, Islam, dan ihsan. Iman keyakinan Islam adalah bentuk ketundukan dan ketaatan. Ihsan adalah bentuk kualitas kita dalam beribadah. Beramal saleh itu semuanya ditanamkan di pondok pesantren,” ungkap Suharto.
Menurut Suharto, model pendidikan seperti sulit didapatkan di lembaga pendidikan lain. Pendidikan pesantren merupakan sistem pendidikan yang tak bernilai harganya. Maka itu, dia mengajak seluruh masyarakat bersyukur akan keberadaan pesantren.
“Pendidikan pesantren terkenal dengan pendidikan integratif yang artinya terpadu merupakan satu kesatuan yang dipadukan adalah antara iman, ilmu, dan juga amal,” kata Suharto dalam tausiahnya di Gontor TV, Senin (13/3/2023).
Pendidikan pondok pesantren tidak memisahkan antara iman, ilmu, dan amal.Dalam pendidikan yang dilakukan di pesantren, ditanamkan agar ilmu dipraktikkan atau diamalkan.Hal ini menilik pepatahilmu setinggi apapun tidak akan bermanfaat jika tidak diamalkan. Jika diamalkan, maka akan menjadi ilmu yang berkah.
Baca Juga:Untung Ada Pesantren, Benteng Moral Anak Bangsa
Tak hanya integrasi pendidikan, para santri juga ditanamkan antara akidah syariah dan ahlak akidah (keimanan) sebagai inti. Di samping itu, syariah juga menjadi implementasi ahlak yang buahnya menjadi satu kesatuan.
“Di samping itu juga ditanamkan sebuah kesatuan, pendidikan di pesantren itu berupa iman, Islam, dan ihsan. Iman keyakinan Islam adalah bentuk ketundukan dan ketaatan. Ihsan adalah bentuk kualitas kita dalam beribadah. Beramal saleh itu semuanya ditanamkan di pondok pesantren,” ungkap Suharto.
Menurut Suharto, model pendidikan seperti sulit didapatkan di lembaga pendidikan lain. Pendidikan pesantren merupakan sistem pendidikan yang tak bernilai harganya. Maka itu, dia mengajak seluruh masyarakat bersyukur akan keberadaan pesantren.