home lifestyle muslim

Psikolog Sebut Flexing Bisa Timbulkan Impulsif Buying

Jum'at, 03 Maret 2023 - 14:00 WIB
Ilustrasi. (Foto: Langit7.id/iStock)
Flexing merupakan sifat pamer harta, pencapaian, dan berbagai hal lain yang dilakukan orang guna mendapatkan pengakuan di lingkungannya. Kini, flexing menjadi tren di kalangan publik seiring berkembangnya media sosial.

Psikolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Lu’luatul Chizanah mengatakan, orang dengan perilaku flexing di media sosial mengindikasikan harga diri yang lemah.

Tanpa disadari, mereka yang flexing sebenarnya tidak mempunyai kepercayaan terhadap nilai dirinya sendiri. Sehingga flexing dilakukan untuk menutupi kekurangan harga diri dengan membuat orang lain terkesan.

Baca Juga:Pejabat Pajak Gemar Flexing, Psikolog: Tunjukkan Harga Diri Lemah

"Ini seperti divalidasi, sehingga mereka mengunggah sesuatu yang dinilai berharga bagi kebanyakan orang. Mereka merasa hebat, dan berharga karena orang-orang menjadi kagum pada dirinya," kata Lu'luatul dikutip dalam keterangannya di laman UGM, Jumat (3/3/2023).

Menurutnya, salah satu alasan orang flexing di media sosial adalah untuk mendapatkan pengakuan dalam kelompoknya. Teknik manajemen impresi dilakukan hanya agar bisa diterima dalam komunitas tetentu.

Salah satu tindakan flexing seperti yang dilakukan Mario Dandy Satrio. Anak pejabat Ditjen Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) itu kerap mengunggah barang-barang mewah, seperti mobil Rubicon dan motor Harley Davidson di akun media sosial miliknya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
psikolog flexing harta
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya