Muhammadiyah: Persatuan Kunci Umat Islam Gapai Kejayaan
Muhajirin
Senin, 06 Maret 2023 - 19:00 WIB
Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Fathurrahman Kamal (Foto: Dok Muhammadiyah)
Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Fathurrahman Kamal, menilai persatuan merupakan kunci umat Islam menggapai kejayaan. Pasalnya, umat Islam merupakan salah satu konstruksi bangunan yang saling mengokohkan dan menguatkan. Persatuan juga untuk menggapai kejayaan Islam.
“Yang bisa kita lakukan adalah bukan kesatuan, tapi persatuan, karena sifat sifat asasi daripada kehidupan adalah kita itu harus ada keragaman seperti halnya ada siang dan ada malam,” kata Fathurrahman dalam acara Tabligh Akbar tentang Persatuan Umat (Tauhid al-Ummah) di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta, dikutip Senin (6/3/2023).
Mesi begitu, bukan berarti umat Islam tidak dapat merapatkan shaf atau barisan. Allah senang dengan orang-orang yang berjuang di jalan-Nya, berbaris rapi, solid, dan tersistem. Dalam fakta sejarah, perpecahan menjadi penyebab umat Islam mengalami kemunduran.
Baca Juga:Anwar Abbas: Umat Islam Mayoritas tapi Secara Ekonomi Minoritas
“Meskipun kita di Indonesia ini umat Islam mayoritas, tetapi sampai saat ini saya kira belum berjaya secara politik, ekonomi, dan seterusnya. Mengapa? Karena ada perpecahan di antara kita,” ucap Fathurrahman.
“Yang bisa kita lakukan adalah bukan kesatuan, tapi persatuan, karena sifat sifat asasi daripada kehidupan adalah kita itu harus ada keragaman seperti halnya ada siang dan ada malam,” kata Fathurrahman dalam acara Tabligh Akbar tentang Persatuan Umat (Tauhid al-Ummah) di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta, dikutip Senin (6/3/2023).
Mesi begitu, bukan berarti umat Islam tidak dapat merapatkan shaf atau barisan. Allah senang dengan orang-orang yang berjuang di jalan-Nya, berbaris rapi, solid, dan tersistem. Dalam fakta sejarah, perpecahan menjadi penyebab umat Islam mengalami kemunduran.
Baca Juga:Anwar Abbas: Umat Islam Mayoritas tapi Secara Ekonomi Minoritas
“Meskipun kita di Indonesia ini umat Islam mayoritas, tetapi sampai saat ini saya kira belum berjaya secara politik, ekonomi, dan seterusnya. Mengapa? Karena ada perpecahan di antara kita,” ucap Fathurrahman.